KLIKREAD - Presiden Jokowi merespon cepat peristiwa Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 orang pada Sabtu malam (1/10) di Stadion Kanjuruhan Malang.
Presiden Jokowi sesaat berselang kejadian langsung memberikan langkah-langkah yang segera harus diambil oleh jajarannya, agar Tragedi Kanjuruhan Malang bisa diantisipasi dengan baik. Terutama penanganan korban, evakuasi korban, perawatan korban, termasuk mengusut tragedi tersebut.
Salah satu langkah yang diam-diam diambil oleh Presiden Jokowi adalah berkomunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino melalui saluran telepon untuk mengetahui respon FIFA mengenai Tragedi Kanjuruhan Malang.
Untuk menguatkan maksud dari Presiden Jokowi dan keinginan ke depan untuk membenahi dunia sepakbola Indonesia, Presiden Jokowi secara khusus mengirim Erick Thohir yang punya segudang pengalaman dalam mengurus sepakbola.
Pertemuan Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino berlangsung hari Rabu (5/10) di Qatar. Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menjelaskan seperti yang dilansir dari laman PMJ News, sempat dibahas mengenai waktu kick-off pertandingan Liga 1 Indonesia.
Erick Thohir yang juga pernah menjadi pemilik klub raksasa Italia, Inter Milan, mengungkapkan, FIFA telah menuliskan surat yang menerangkan bahwa pertandingan di Indonesia tidak ada lagi yang bergulir terlalu malam (pukul 20.00 waktu setempat) seperti sebelumnya.
“Poin empat (dari surat yang disampaikan FIFA, red) ini lebih menarik. Mungkin untuk dunia televisi akan teriak-teriak, bahwa pertandingan tidak lagi diperbolehkan di atas jam 5 sore,” tutur Erick Thohir yang juga Menteri BUMN saat ini.
“FIFA menyoroti soal kendaraan umum. Kalau di malam hari tidak ada kendaraan umum, suporter jadi tidak mudah pulang dan bisa menyebabkan kerumunan. Yang kemudian berpotensi menimbulkan perseteruan,” sambung Erick Thohir.
Baca Juga: Polri Meminta Kepada Pelaku Kerusuhan Diluar Stadion Kanjuruhan Agar Segara Menyerahkan Diri
Sejauh itulah perhatian FIFA terhadap situasi pertandingan Liga 1 Indonesia. Inilah bukti bahwa pengelolaan sepakbola Indonesia masih jauh dari harapan, terutama yang terkait dengan pelaksanaan pertandingan.
Lebih jauh Erick Thohir pun berharap ingin sistem ticketing di Tanah Air meniru Eropa. Yang mana seluruh data suporter terdaftar dalam sebuah database.
Artikel Terkait
Polri Menetapkan Enam Tersangka Pada Kasus Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan Ratusan Suporter
Polri Meminta Kepada Pelaku Kerusuhan Diluar Stadion Kanjuruhan Agar Segara Menyerahkan Diri
Sudah Terekam CCTV, Pelaku Pembakaran dan Perusakan di Luar Stadion Kanjuruhan Lebih Baik Menyerahkan Diri
TGIPF Terus Menggali Informasi Mengenai Tragedi Kanjuruhan Malang, Hari Ini Bertemu Dengan Aremania di Malang
Besok TGIPF Akan Memanggil PSSI dan PT LIB Untuk Diperiksa dan Dimintai Keterangan Terkait Tragedi Kanjuruhan