Tidak hanya stadion, manajemen lapangan dan panitia penyelenggara juga akan ikut diaudit.
Bahkan presiden sempat menyinggung tentang standar yang diterapkan di Stadion Gelora Bung Karno, dengan kapasitas 80.000 orang, namun butuh waktu 15 menit saja bagi para penonton untuk keluar dari stadion.
"Apakah gerbangnya sesuai dengan standar, cukup lebar, apakah gerbangnya sesuai dengan standar, manajemen lapangannya yang memegang kendali siapa, semuanya," kata Presiden Jokowi melanjutkan.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 10 Komandan Polisi Dinonaktifkan!
Untuk mengenai TGIPF, presiden memberikan keterangan bahwa tim gabungan tersebut akan mengumpulkan fakta dan segala informasi dari berbagai pihak dan kemudian disampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat. Tim ini akan berbagi tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Baca Juga: Tim Pencari Fakta Dibentuk, PSSI Tidak Dilibatkan Dalam Tim Yang Mengusut Tragedi Kanjuruhan
"Sanksi dari PSSI ada. Pidana nanti yang mengumumkan dari Polri, jadi dibagi-bagi. Audit untuk bangunan nanti yang menyampaikan dari Kementrian PU, tetapi secara keseluruhan nanti tim gabungan independen pencari fakta yang akan menyampaikan," demikian Presiden Jokowi menambahkan di akhir keterangan persnya di Stadion Kanjuruhan Malang kemarin sore (5/10).***
Artikel Terkait
Polisi Selidiki 6 CCTV yang Merupakan Titik Terbanyak Jatuhnya Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan
Rapat Pertama TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Seluruh Kompetisi di Bawah PSSI Dihentikan Hingga Evaluasi Selesai
Permintaan Maaf Ferdy Sambo ke Keluarga Brigadir Yosua Saat Dirinya Dilimpahkan Ke Kejaksaan Agung
Presiden Jokowi Telepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, Berbicara Masalah Tragedi Kanjuruhan
Kapolri: Fokus Tim Penyidik Kasus Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan pada Kelalaian yang Menyebabkan Kematian