KLIKREAD - Sejarah kelam terjadi di Stadion Kanjuruhan, ratusan suporter Arema tewas dalam kerusuhan di Malang.
Awalnya, suporter Arema tak terima timnya kalah sehingga membuat kericuhan di dalam Stadion Kanjuruhan.
Polisi yang berjaga di dalam Stadion Kanjuruhan menembakkan gas air mata sehingga membuat penonton panik.
Dengan kejadian tersebut, banyak pihak mendesak Polri untuk mencopot jabatan Kapolres Malang.
Banyak yang menilai jika tindakan represif aparat kepolisian dalam menghalau massa terlalu berlebihan.
Apalagi dalam aturan FIFA, tidak diperbolehkan menembakkan gas air mata di dalam stadion.
Polri bergerak vcepat, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/KEP./2022 tertanggal 3 Oktober 2022.
Dalam mutasi, AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menggantikan posisi Ferli di Polres Malang.
Baca Juga: Inspirasi Desain Rumah dengan Ukuran 6X10m dan Memiliki 2 Kamar Tidur, Denah dan 3D Ada di Sini
Bersamaan dengan Ferli Hidayat, sembilan komandan Brimob Polda Jatim juga diganti karena diduga telah melakukan penembakan gas air mata di dalam stadion.
Akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, inilah daftar anggota polisi yang dinonaktifkan!
1. Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat
2. Komandan Batalyon AKBP Agus Waluyo
3. Komandan Kompi AKP HAsdadarmawan
4. Komandan Peleton Aiptu Solikin
5. Komandan Peleton Aiptu M Samsul
6. Komandan Peleton Aiptu Ari Dwinanto
7. Komandan Kompi AKP Untung Sudjadi
8. Komandan Kompi AKP Danang Sasongko P
9. Komandan Peleton AKP Nanang Pitrianto
10. Komandan Peleton Aiptu Budi Purnanto
Artikel Terkait
Komisioner Komnas HAM Mengatakan, Akan Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan Malang
Pemerintah Akan Membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Untuk Mengusut Tragedi Kanjuruhan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Jamin Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Santunan dan Kasus Diusut
Tim Pencari Fakta Dibentuk, PSSI Tidak Dilibatkan Dalam Tim Yang Mengusut Tragedi Kanjuruhan