FIFA dalam Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19 menegaskan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.
Menilik pada peraturan FIFA diatas harusnya menjadi rujukan buat kepolisian ke depannya agar tragedi seperti ini tidak terjadi lagi. Namun, itu semua tergantung hasil rekomendasi dari FIFA nanti setelah mereka segera menyelidiki kerusuhan yang memakan korban ini.
FIFA dalam Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19 menegaskan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.
Menkopolhukam, Mahfud MD, mengatakan di akun twitternya bahwa stadion itu penuh melebihi kapasitas. Ini bisa menjadi bukti keteledoran panpel pertandingan Arema FC vs Persebaya dalam lanjutan Liga 1 BRI musim ini.
Stadion Kanjuruhan Malang sendiri hanya mampu menampung 38.000 orang, Mahfud MD mengklaim 42.000 tiket telah dikeluarkan.
Presiden Joko Widodo pun ikut turun tangan mengenai masalah ini, karena resiko besar menghadapi jagat sepakbola Indonesia. Presiden telah menginstruksikan pihak berwenang untuk mengevaluasi secara menyeluruh standar keamanan pada pertandingan sepak bola.
Liga sepakbola Indonesia mengatakan pertandingan akan ditangguhkan selama seminggu - tetapi Jokowi telah memerintahkan semua pertandingan ditunda sampai penyelidikan selesai.
Arema FC juga dilarang menjadi tuan rumah pertandingan selama sisa musim ini. Sanksi lebih lanjut bisa menyusul.
Sebelumnya telah terjadi masalah dalam pertandingan di Indonesia dan sudah sangat sering. Dengan persaingan yang kuat antar klub terkadang memicu kekerasan antar suporter.
Baca Juga: ADEM! Simak di Sini Inspirasi Desain Rumah dengan Hiasan Taman Hijau Menyejukkan
Justinus Lhaksana, yang akrab dipanggil Coach Justin, mantan pelatih tim futsal nasional Indonesia, mengatakan kepada salah satu media asing, Sky News: "Ini bukan pertama kalinya kami memiliki korban yang mematikan. Tapi biasanya satu atau dua orang yang meninggal setelah pertandingan.
"Saya sangat sedih solusi yang tepat tidak ditemukan sebelum ini terjadi."
Coach Justin mengklaim penggemar di Indonesia memasuki lapangan "hampir setiap akhir pekan", dan gangguan seperti itu telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Artikel Terkait
BREAKING NEWS! 127 Tewas dalam Kerusuhan Usai Laga Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang
127 Tewas di Kerusuhan di Kanjuruhan, Persebaya Vs Arema FC, Ridwan Kamil: Stasiun TV Jangan Cuma Kejar Rating
Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot