Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:30 WIB
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat saat diwawancarai di lobi Mapolres Malang. (Rizal Adhi Pratama )
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat saat diwawancarai di lobi Mapolres Malang. (Rizal Adhi Pratama )

KLIKREAD - Korban meninggal akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang bertambah jadi 153 orang, memprihatinkan.

Banyak yang menyayangkan kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, termasuk isu pencopotan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat.

Pencopotan Kapolres Malang bukan tanpa alasan, sebab bagaimana pun juga kerusuhan di Stadion Kanjuruhan merupakan tanggung jawab AKBP Ferli Hidayat

Baca Juga: KABAR UPDATE! Ganggu Vespa dan Lambretta, Peugeot Motorcycles Resmi Rilis Pulsion 125

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat setelah tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan ratusan pendukung sepak bola.

"Yang pasti harus dicopot," kata Sugeng Teguh Santoso di Jakarta, dikutip dari ANTARA pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: MAINKAN! Kunci Jawaban Games Tebak Kata Shopee Tantangan Harian Minggu 2 Oktober 2022, Teks ARTKUAL-KUARTAL

Desakan pencopotan Kapolres Malang itu didasari atas dugaan kesalahan prosedur dalam penanganan kericuhan yang menewaskan sedikitnya 155 orang.

Soalnya, lanjut Sugeng, kericuhan berawal dari kekecewaan suporter Arema FC yang turun ke lapangan tanpa bisa dikendalikan pihak keamanan.

Bahkan, katanya, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan puluhan ribu penonton.

Baca Juga: Lowongan Kerja Oktober 2022 Jakarta Barat, PT Citra Bintang Makmur Membutuhkan Admin Gudang, Yuk Simak Disini!

Padahal jelas, penggunaan gas air mata di stadion tidak diperbolehkan oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pasal 19 huruf b, disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
X