KLIKREAD - Kekerasan dengan merengut banyak korban terjadi lagi di jagat sepakbola nasional. Belum lama sembuh dari sanksi FIFA tentang pembekuan aktifitas sepakbola nasional, sekarang Indonesia terancam hal yang sama.
Tragedi Kanjuruhan begitulah peristiwa semalam (1/10/2022) disebut, telah menewaskan 130 orang suporter dan aparat kepolisian di Stadion Kanjuruhan Malang.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot
Kekacauan pecah setelah Persebaya Surabaya menang 3-2, dan menurut laporan dan siaran televisi yang bisa kita lihat semalam, ribuan penggemar Arema FC masuk ke lapangan setelah tim mereka kalah atas rivalnya Persebaya
Disebutkan juga beberapa pemain Arema yang saat itu masih berada di lapangan turut diserang.
Sebuah penyerbuan yang dilakukan oleh suporter dimulai ketika polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan.
Baca Juga: Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Dalam apa yang tampaknya menjadi salah satu bencana stadion terburuk di dunia, lebih dari 300 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat, tetapi banyak yang meninggal dalam perjalanan atau dalam perawatan.
Kapolda Jatim Nico Afinta mengatakan sekitar 180 orang luka-luka, namun banyak dari mereka dalam kondisi memburuk.
Baca Juga: TRAGIS! Ini Kronologi Kejadian Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya
Beberapa korban mengalami cedera otak - dan seorang dokter mengatakan kepada media lokal bahwa seorang anak berusia lima tahun termasuk di antara mereka yang meninggal.
Seorang pejabat kesehatan setempat mengatakan banyak dari korban meninggal karena "kekacauan, kepadatan penduduk, terinjak-injak dan mati lemas".
Baca Juga: BREAKING NEWS! Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Bertambah Menjadi 153
Aturan FIFA dan Respon Pemerintah Indonesia
Artikel Terkait
BREAKING NEWS! 127 Tewas dalam Kerusuhan Usai Laga Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang
127 Tewas di Kerusuhan di Kanjuruhan, Persebaya Vs Arema FC, Ridwan Kamil: Stasiun TV Jangan Cuma Kejar Rating
Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot