KLIKREAD - Kabar duka kembali datang dari dunia sepakbola Indonesia. Semalam 130 orang tewas dalam kerusuhan paska pertandingan lanjutan Liga 1 BRI antar Arema Malang vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.
Korban tewas menurut Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta setelah polisi mencoba membubarkan massa suporter yang masuk ke lapangan paska wasit meniupkan pluit akhir pertandingan.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Bertambah Menjadi 153
Untuk membubarkan massa yang mulai rusuh diatas lapangan dan merembet ke wilayah sekitar Stadion Kanjuruhan, polisi menggunakan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa yang sudah mulai rusuh.
Akibat dari desakan tembakan gas air mata, massa yang semuanya adalah supoter terjebak dalam ruang dalam stadion yang memang ruang semi tertutup. Hal ini menyebabkan setidaknya 34 orang meninggal akibat sesak napas dan terinjak-injak, dan sisanya meninggal di rumah sakit akibat sesak napas dan efek gas air mata.
Baca Juga: TRAGIS! Ini Kronologi Kejadian Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya
Sebanyak 180 orang masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di daerah Malang.
Siapa yang mau disalahkan dalam masalah ini, secara bijak kita semua harus bertanggung jawab. Isu-isu liar bermunculan di berbagai platform media sosial.
Ada yang menuding bahwa sponsor televisi memindahkan acara live Liga 1 BRI demi rating. Ada juga yang menyalahkan panpel pertandingan, PSSI, hingga pihak kepolisian yang mungkin jumlah pasukan dan SOP di lapangan salah diskresi dan antisipasi.
Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang ini tentu sangat kompleks. Setiap pihak harus bertanggung jawab tanpa kecuali. Suporter, aparat, panitia pertandingan, sponsor televisi, dan PSSI. Bahkan memainkan laga panas semacam Arema Malang vs Persebaya di malam hari juga kesalahan fatal.
Di media sosial beredar adanya penolakan dari panpel pertandingan Arema Malang vs Persebaya terhadap surat rekomendasi kepolisian resor Malang. Polres Malang sudah meminta agar lanjutan laga Liga 1 BRI antara Arema Malang vs Persebaya dimajukan jam 15.30 WIB untuk menghindari kerumunan di malam hari yang bisa menyulitkan aparat keamanan.
Namun pihak panpel menolak karena sudah terikat kontrak dengan stasiun televisi untuk menyiarkan langsung pukul 20.00 WIB.
Artikel Terkait
BREAKING NEWS! 127 Tewas dalam Kerusuhan Usai Laga Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang
127 Tewas di Kerusuhan di Kanjuruhan, Persebaya Vs Arema FC, Ridwan Kamil: Stasiun TV Jangan Cuma Kejar Rating
BREAKING NEWS! Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Bertambah Menjadi 153