Syam Kamruzaman, Sosok Misterius Yang Berada di Balik Peristiwa G30S PKI, Intel Militer Atau Bukan?

photo author
Khairul, Klik Read
- Rabu, 28 September 2022 | 09:12 WIB
Syam Kamaruzaman pada sidang Mahmilub dirinya di Jakarta (FB Berdikari Book)
Syam Kamaruzaman pada sidang Mahmilub dirinya di Jakarta (FB Berdikari Book)

Buku Sjam: Lelaki dengan Lima Alias, terbitan Tempo dan KPG
Buku Sjam: Lelaki dengan Lima Alias, terbitan Tempo dan KPG (goodreads.com)

Baca Juga: Buruan Daftar! Ada Lowongan Kerja September 2022 di CNN Indonesia, Butuh Posisi Ini, Cek Aja

Syam sendiri mengawal operasi ini, bahkan rapat-rapat khusus menjelang 30 September 1965 secara intensif dilakukan. Syam menghitung kekuatan PKI dan simpatisannya yang sudah disusupkan Syam ke tubuh AD bisa mengamankan jalan PKI ke puncak kekuasaan.

Hampir seluruh elit-elit PKI percaya dengan operasi rahasia gagasan Syam ini yang kemudian ia klaim sebagai perintah dari DN Aidit. Menurut Hamim, salah seorang anggota Biro Khusus PKI itu mengatakan dalam buku seri Tempo Sjam Lelaki dengan Lima Alias, Syam kerap kali membesar-besarkan hubungan kedekatannya dengan AD. 

Baca Juga: Warna dan Harga New Honda Vario 125 yang Baru Rilis Tampil Lebih Manis dan Kinyis-kinyis

Hamim sendiri meyakini, saat itu, PKI belum siap untuk melakukan pemberontakan ataupun revolusi. Namun, Syam yang acap kali bergaya militer dan keras ini terkesan memaksakan operasi rahasia harus segera dilaksanakan sebelum perayaan HUT TNI 5 Oktober 1965. 

Eksekusi Mati Menjadi Akhir Dari Nyanyian Syam

Setelah operasi rahasia gagal mengerek PKI ke puncak kekuasaan, Syam dan DN Aidit setelah tanggal 1 Oktober 1965, kabur ke Jawa Tengah dengan alasan melanjutkan perjuangan.

Baca Juga: Tradisi Panjang Mulud, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banten Secara Bergantian Selama Bulan Rabiul Awal

Rencana Syam yang ingin mengcounter 'rencana kudeta' para 'Dewan Jenderal' AD pada 5 Oktober 1965 ternyata tidak banyak yang mendukung, termasuk Presiden Soekarno sendiri, pada saat kejadian itu dibawa ke Bandara Halim Perdanakusuma yang letaknya tidak berjauhan dengan Lubang Buaya (lokasi sumur tua tempat jenazah para Perwira AD ditemukan).

Setelah tanggal 1 Oktober 1965, PKI menjadi bulan-bulanan publik yang marah terhadap pembunuhan yang sadis terhadap Perwira AD, dan kampanye counter balik yang dilakukan AD terhadap PKI.

Baca Juga: Delapan Fitur Cetar Milik New Honda Vario 125, Bikin Susah untuk Berpaling

DN Aidit dan Syam yang kabur ke Jawa Tengah, kemudian berhasil ditangkap. Satu persatu orang-orang yang terlibat dalam operasi rahasia Syam dan elit PKI lainnya semuanya ditangkap. 

Mereka kemudian disidangkan melalui Mahmilub (Mahkamah Militer Luar Biasa). Beragam hukuman diberikan kepada elit PKI dan simpatisannya. Ribuan orang dipenjara di Pulau Buru, ada yang dieksekusi mati, seperti DN Aidit dan Letkol Untung, dan ada yang dipenjara hingga masa kekuasaan Orde Baru usai tahun 1998.

Baca Juga: Gabung dengan BUMN Yuk! PT Yodya Karya (Persero) Buka Lowongan Kerja September 2022, Ada 2 Posisi Tersedia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X