Tradisi Panjang Mulud, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Banten Secara Bergantian Selama Bulan Rabiul Awal

photo author
Khairul, Klik Read
- Rabu, 28 September 2022 | 07:00 WIB
Perayaan Panjang Mulud di Kota Serang pada 13 Desember 2017 lalu (Instagram/@gadingtirta)
Perayaan Panjang Mulud di Kota Serang pada 13 Desember 2017 lalu (Instagram/@gadingtirta)

KLIKREAD - Setiap mau memasuki bulan Rabiul Awal dalam Kalender Hijriah, ada hiruk pikuk persiapan tradisi perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW di hampir setiap wilayah di Indonesia.

Di pulau Jawa sendiri ada beberapa istilah untuk merayakan salah satu hari besar Agama Islam. Di Keraton Yogyakarta misalnya, ada tradisi Grebeg Mulud yang selalu dilaksanakan pada tanggal 12 Rabiul Awal Kalender Hijriah sejak era Sri Sultan Hamengkubuwono I. 

Baca Juga: Taman Tasikardi, Tempat Plesiran Sekaligus Irigasi di Kesultanan Banten Sejak Sultan Ageng Tirtayasa

Tradisi Grebeg Mulud sendiri memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, khususnya di sekitaran wilayah kekuasaan Kesultanan Yogyakarta. 

Tradisi Grebeg identik dengan keberadaan sebuah gunungan yang dijadikan simbol kemakmuran dari hasil bumi Keraton Yogyakarta. Gunungan adalah makanan dalam jumlah besar dari berbagai hasil bumi yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.

Baca Juga: Andika Hazrumy Cup Lomba Voli Memperingati HUT Provinsi Banten dan HUT Kabupaten Serang Tahun 2022

Selain tradisi diatas, wilayah bagian barat pulau Jawa, tepatnya di wilayah bekas Kesultanan Banten, ada tradisi muludan yang dikenal dengan nama Panjang Mulud

Hal menarik dari acara peringatan tersebut adalah hasil dari akulturasi antara unsur-agama Islam dengan budaya lokal. Memang sejatinya di Timur Tengah sendiri bisa dibilang hampir tidak ada bentuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Baca Juga: Lowongan Kerja Terbaru 2022 di Serang Banten, Membutuhkan SPV Pajak, Dari PT Bumi Lancang Kuning Pusaka

Tentu saja akulturasi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menimbulkan polemik diantara para pengikutnya. Bahkan tak jarang banyak perdebatan terjadi di sosmed mengenai dalil tentang keabsahan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Terlepas dari itu semua, faktanya, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di seluruh Nusantara marak dilakukan baik dalam skala kecil maupun besar seperti pada Panjang Mulud di Banten.

Baca Juga: Jangan sampai Terlewat! Lowongan Kerja Planning Staff September 2022 di PT Multi Kencana Niagatama Area Serang

Tradisi Panjang Mulud di Banten 

Banten secara historis adalah wilayah yang memiliki tradisi Islam yang begitu mengakar. Sejak abad XV dan XVI M, kebudayaan Islam berkembang di Banten, seiring dengan kedatangan Sunan Gunung Jati ke wilayah Banten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X