KLIKREAD - Setiap mau memasuki bulan Rabiul Awal dalam Kalender Hijriah, ada hiruk pikuk persiapan tradisi perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW di hampir setiap wilayah di Indonesia.
Di pulau Jawa sendiri ada beberapa istilah untuk merayakan salah satu hari besar Agama Islam. Di Keraton Yogyakarta misalnya, ada tradisi Grebeg Mulud yang selalu dilaksanakan pada tanggal 12 Rabiul Awal Kalender Hijriah sejak era Sri Sultan Hamengkubuwono I.
Baca Juga: Taman Tasikardi, Tempat Plesiran Sekaligus Irigasi di Kesultanan Banten Sejak Sultan Ageng Tirtayasa
Tradisi Grebeg Mulud sendiri memiliki tujuan untuk menyebarkan agama Islam di pulau Jawa, khususnya di sekitaran wilayah kekuasaan Kesultanan Yogyakarta.
Tradisi Grebeg identik dengan keberadaan sebuah gunungan yang dijadikan simbol kemakmuran dari hasil bumi Keraton Yogyakarta. Gunungan adalah makanan dalam jumlah besar dari berbagai hasil bumi yang nantinya dibagikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Andika Hazrumy Cup Lomba Voli Memperingati HUT Provinsi Banten dan HUT Kabupaten Serang Tahun 2022
Selain tradisi diatas, wilayah bagian barat pulau Jawa, tepatnya di wilayah bekas Kesultanan Banten, ada tradisi muludan yang dikenal dengan nama Panjang Mulud.
Hal menarik dari acara peringatan tersebut adalah hasil dari akulturasi antara unsur-agama Islam dengan budaya lokal. Memang sejatinya di Timur Tengah sendiri bisa dibilang hampir tidak ada bentuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tentu saja akulturasi peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menimbulkan polemik diantara para pengikutnya. Bahkan tak jarang banyak perdebatan terjadi di sosmed mengenai dalil tentang keabsahan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Terlepas dari itu semua, faktanya, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di seluruh Nusantara marak dilakukan baik dalam skala kecil maupun besar seperti pada Panjang Mulud di Banten.
Tradisi Panjang Mulud di Banten
Banten secara historis adalah wilayah yang memiliki tradisi Islam yang begitu mengakar. Sejak abad XV dan XVI M, kebudayaan Islam berkembang di Banten, seiring dengan kedatangan Sunan Gunung Jati ke wilayah Banten.
Artikel Terkait
Andika Hazrumy Cup Lomba Voli Memperingati HUT Provinsi Banten dan HUT Kabupaten Serang Tahun 2022
Bahrul Ulum: Target Partai Golkar Provinsi Banten di 2024, Airin Gubernur Banten dan Andika Bupati Serang
Taman Tasikardi, Tempat Plesiran Sekaligus Irigasi di Kesultanan Banten Sejak Sultan Ageng Tirtayasa