- PSSI dan Polri berkoordinasi untuk menyusun regulasi pengamanan
pertandingan sepakbola yang sesuai dengan standar FIFA. Unsur
kepolisian hanya sebagai supervisi, tenaga pengamanan direkrut dari
tenaga profesional/ steward yang dilatih dan disiapkan oleh Mabes
Polri dan PSSI dibawah pengendalian Mabes Polri.
- Merevisi regulasi PSSI untuk menghilangkan potensi conflict of
interest dalam kepengurusan PSSI. - Pengurus PSSI berkewajiban untuk merevisi/ membuat peraturan
termasuk tentang tanggungjawab (Pasal 3d Regulasi Keselamatan
dan Keamanan PSSI Tahun 2021). - Memastikan bahwa semua regulasi PSSI dilaksanakan sesuai
dengan aturan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap
berakhirnya pertandingan.
- PSSI harus melakukan pembinaan kepada para pelaku olahraga
(match comm, SO, wasit, juri, panpel) melalui pelatihan-pelatihan
yang terukur dan tersertifikasi secara berkala. - Melakukan pembinaan terhadap stakeholder (pemangku
kepentingan) persepakbolaan nasional. - Dibutuhkan pengurus PSSI hadir secara fisik dari tahap perencanaan
sampai dengan tahap akhir pertandingan (pasca pertandingan).
Baca Juga: Emmanuel Petit, Mbappe itu Annoying Banget, Merasa Lebih Tinggi Dari Klubnya Sendiri
- Untuk menjamin kesejahteraan pemain, PSSI perlu segera
memastikan penerapan UU No 11 tahun 2022 tentang keolahragaan
terkait jaminan ketenagakerjaan, dimana pemain berhak
mendapatkan BPJS sebanyak 4 program jaminan sosial yaitu
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua,
dan Jaminan Pensiun.***