Indonesia akan menetapkan 1 Ramadan 1447 melalui sidang Isbat.
Penetapan itu dilakukan Penentuan hilal untuk awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadan, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan metode hisab atau perhitungan dan metode rukyat atau pengamatan.
Kemudian, ada acuan ketinggian hilal juga dapat mempengaruhi awal dimulainya Ramadan.
Hisab menggunakan hitungan numerik-matematik untuk menetapkan awal bulan Hijriyah tanpa verifikasi faktual atau rukyat hilal.
Baca Juga: Kapolri Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Dengan hisab, umat Islam dapat menghitung posisi-posisi geometris benda-benda langit untuk menentukan penjadwalan waktu di muka bumi.
Termasuk untuk menentukan bulan kamariah yang terkait dengan ibadah
Sementara itu, rukyat merupakan metode pemantauan dengan cara mengamati hilal.
Pemerintah melalui Kemenag menggelar sidang isbat pemantauan hilal 1 Ramadan sore hari ini.
Menteri Agama Nasaruddin Umar akan mengumumkan hasil sidang tersebut.
Sementara itu PP Muhammadiyah sudah jauh-jauh hari menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, besok.
Baca Juga: Masyarakat Korowai Gotong Royong Kumpulkan Uang Agar Pesawat Bisa Beroperasi
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta umat Islam menyikapi dengan cerdas dan tasamuh jika terjadi perbedaan awal puasa, 1 Ramadan 1447 Hijriah atau 2026.
"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri," kata Haedar pada Selasa 17 Februari 2026.