Akibat Hujan Deras dan Luapan Sungai, 34 Desa dari 9 Kecamatan di Kabupaten Grobogan Terendam Banjir

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 16 Februari 2026 | 20:04 WIB
Polisi membantu pengemudi melintas Simpanglima Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang terendam banjir./(Dok. BPBD Grobogan)
Polisi membantu pengemudi melintas Simpanglima Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang terendam banjir./(Dok. BPBD Grobogan)

KLIKREAD.COM, Grobogan - Sebanyak 34 Desa di 9 kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) terendam banjir pada Senin pagi, 16 Februari 2026.

Akibat banjir ini terdapat 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat.

Banjir ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak sejak Minggu 15 Februari 2026 hingga Senin 16 Februari 2026 mengakibatkan hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang meluap membanjiri perumahan warga.

Baca Juga: Malam Ini Salat tarawih, Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah Kota Padang Mulai Besok Jalani Ibadah Puasa Ramadan

Banjir di Grobogan mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 02.00 WIB dan terus meningkat hingga pagi hari.

"Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang yang menyebabkan sungai meluap," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Kapusdatinkom) Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Senin 16 Februari 2026.

Selain berdampak pada permukiman, banjir juga mengganggu transportasi nasional.

Baca Juga: Anggota Komisi III Tepis Ucapan Jokowo Terkait Revisi UU KPK Hanya Inisiatif DPR RI

Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terkendala akibat rel terendam banjir di Km 32 pada petak jalur antara Karangjati dan Gubug.

Petugas melakukan pengamanan dan penanganan untuk memastikan keselamatan operasional.

Hingga pukul 14.00 WIB, pantauan tinggi muka air di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi 26,68 mdpl atau berada pada level siaga dan berangsur turun.

Namun, Pos Menduran mencatat tren kenaikan debit air.

Baca Juga: Kembangkan Alat Pengolah Sampah, Prabowo Ingin Semua Desa hingga Ibu Kota RI Bersih

BNPB terus berkoordinasi bersama BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, mulai evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat yang dilakukan di sejumlah titik.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X