Pakar: Kehadiran Indonesia di BoP Penting Agar Israel Tak Memonopoli Narasi

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Senin, 16 Februari 2026 | 17:39 WIB
Khairul Fahmi, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studie
Khairul Fahmi, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studie

 

KLIKREAD.COM, Jakarta - Kehadiran Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sangat vital untuk memecah monopoli narasi Israel di panggung internasional.

Khairul Fahmi, pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), mengatakan sikap skeptis yang berlebihan di dalam negeri justru berisiko memberikan "kemenangan gratis" bagi faksi sayap kanan Israel.

Khairul memperingatkan adanya bahaya "linearitas kepentingan" jika Indonesia memilih untuk mundur dari misi ini karena kekhawatiran akan jebakan politik.

Baca Juga: Kembangkan Alat Pengolah Sampah, Prabowo Ingin Semua Desa hingga Ibu Kota RI Bersih

Jika kursi Indonesia di Board of Peace kosong, maka kekuatan penyeimbang akan hilang, membiarkan Israel dan sekutu dekatnya mendominasi setiap keputusan di lapangan.

"Logikanya memang brutal, namun nyata,” tegas dia, Senin, 16 Februari 2026.

Garis keras sayap kanan Israel menolak TNI masuk karena ingin menguasai Gaza tanpa saksi mata. Sementara itu, kaum skeptis di Indonesia menolak karena khawatir dijebak.

Baca Juga: Lulusan UI Ditawari Jadi Asisten Pribadi, Menkeu Purbaya Tawari Gaji Besar

“Jika kita menuruti kekhawatiran itu, hasilnya tetap sama: TNI batal berangkat, dan Israel menang mudah karena tidak ada kekuatan penyeimbang di dalam Board of Peace maupun di lapangan,” ujar Khairul.

Fahmi menilai, apabila Indonesia mundur, yang diuntungkan adalah faksi sayap kanan Israel, termasuk dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Mereka, kata dia, akan mendapatkan “hadiah kemenangan” dari keraguan Indonesia.

Baca Juga: Terkait Pernyataan Jokowi Ingin Kembali ke UU KPK Lama, MAKI Nilai Hanya Cari Muka

"Kita seolah mempermudah pekerjaan mereka untuk mengisolasi Gaza dari dunia luar tanpa harus mengotori tangan mereka sendiri untuk mengusir kita," jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X