Duka Bencana Banjir Bandang di Bone Sulsel: 2 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Tenggelam hingga Terjebak dalam Rumah

photo author
Nada Salsabila, Klik Read
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 07:44 WIB
Menyoroti bencana banjir yang melanda 2 wilayah kecamatan di Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Instagram.com/@humaskorpsbrimob)
Menyoroti bencana banjir yang melanda 2 wilayah kecamatan di Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 8 Mei 2026. (Instagram.com/@humaskorpsbrimob)

KLIKREAD.COM - Sebagian publik di Tanah Air tengah ramai menyoroti bencana banjir bandang yang melanda Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam tragedi ini, 2 orang dilaporkan tewas akibat tenggelam hingga terjebak di dalam rumahnya saat derasnya arus merendam ratusan rumah warga.

Terkini, tim SAR gabungan tengah melakukan penanganan dan evakuasi korban bencana tersebut pada 2 wilayah kecamatan, Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.

"Tim SAR merespons cepat dalam penanganan banjir di Kabupaten Bone akibat curah hujan tinggi," tulis pernyataan resmi Humas Korps Brimob, pada hari yang sama.

Baca Juga: Lapas Batam Tegaskan Komitmen Bersih Tanpa HP Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Dilaporkan, petugas telah disebar ke beberapa titik rawan dan segera melakukan penyisiran, evakuasi warga menggunakan perahu karet, serta penanganan hambatan seperti pohon tumbang.

Lantas, bagaimana kondisi para korban bencana hingga kronologi tewasnya 2 orang warga Bone dalam tragedi ini? Berikut ulasan selengkapnya.

Wilayah yang Terdampak

Secara terpisah, Kepala Operasional Basarnas Sulsel, Andi Sultan menyebut Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur menjadi 2 kecamatan yang terdampak parah.

Baca Juga: Lapas Kelas IIA Batam Gelar Tes Urine, 100 Peserta Dinyatakan Negatif Narkotika

Andi menuturkan, ketinggian air bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 2 meter.

"Terutama di wilayah pesisir seperti Kelurahan Bajoe dan Kelurahan Panyula," ungkapnya.

Di sisi lain, banjir diduga diperparah oleh fenomena air pasang laut (rob) yang menghambat aliran air ke muara.

Hal tersebut diduga membuat debit air di pemukiman meningkat drastis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X