Lakukan Kunjungan Kerja, Presiden Prabowo Bertolak ke Washington DC Bertemu Presiden Trump

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Senin, 16 Februari 2026 | 14:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat hendak bertolak kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.(foto: setneg.go.id)
Presiden Prabowo Subianto saat hendak bertolak kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.(foto: setneg.go.id)

KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan Kerja ke Washington DC, Amerika Serikat.

Kepala Negara dan rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin 16 Februari 2026.

Dalam Kunjungan ke Amerika Serikat ini Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca Juga: Selain Menguntungkan Indonesia, Presiden Prabowo Tegaskan Diplomasi Ekonomi harus Berdampak Langsung Penguatan Ekonomi Nasional

Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi Indonesia untuk memperkuat posisi nasional di tengah dinamika geopolitik global. (BPMI Setpres)

Sementara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir melepas keberangkatan Presiden Prabowo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.

Baca Juga: Polsek Lubuk Baja dan Satreskrim Polresta Barelang Gelar Gotong Royong Wujudkan Lingkungan Tempat Ibadah yang Asri

Tampak hadir pula Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dan Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Presiden Prabowo rencananya akan menandatangani kesepakatan ART dengan Presiden Donald Trump pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sebelumnya, Indonesia berhasil negoisasi dengan AS untuk menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen.

Baca Juga: Prabowo: Hukum Tak Boleh Jadi Alat Memukul Lawan Politik

"Persennya sudah turun dari 32 ke 19, tetapi belum ditandatangani," kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Sedangkan mengenai rinciannya, lanjut dia, akan diungkap setelah penandatanganan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X