KLIKREAD.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menyatakan bahwa Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) telah resmi terintegrasi dengan Platform Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.
Integrasi ini menjadi bagian dari transformasi digital penyelenggaraan ibadah haji guna menyelaraskan serta memvalidasi data jemaah haji Indonesia dengan sistem layanan resmi Arab Saudi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Kapolri Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenhaj RI, Farosa, mengatakan bahwa integrasi Siskohat dengan Nusuk merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akurasi data, memperkuat keamanan sistem.
Serta mendorong efisiensi layanan berbasis digital.
“Melalui integrasi ini, data jemaah haji Indonesia dapat tervalidasi secara langsung dengan sistem Arab Saudi.
Hal tersebut sangat mendukung kelancaran layanan jemaah, khususnya dalam proses pemvisaan,” ujar Farosa saat ditemui di Kantor Kemenhaj Pusat, dikutip himpuh.or.id, Jumat 13 Februari 2026 lalu.
Baca Juga: Masyarakat Korowai Gotong Royong Kumpulkan Uang Agar Pesawat Bisa Beroperasi
Ia menjelaskan, proses integrasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2025, diawali dengan penjajakan teknis, pemetaan kebutuhan sistem, hingga evaluasi keamanan siber.
Menurutnya, tahap awal penguatan fondasi sistem telah dirintis sejak masa kepemimpinan Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi sebelumnya, Moch. Hasan Affandi.
Saat itu, penguatan tata kelola data haji serta kesiapan sistem nasional agar selaras dengan platform layanan Arab Saudi mulai diprioritaskan.
Tahapan integrasi mencakup pemenuhan persyaratan keamanan data, pertukaran sertifikat sistem, serta pengujian koneksi aman antar-sistem.
Baca Juga: Satgas Operasi Damai Cartenz Tangkap 4 Anggota KKB, Termasuk Penembak Pesawat Smart Air