nasional

Cegah Narkoba Sejak Dini, BNN dan Kemendikdasmen Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:27 WIB
BNN bersama Kemendikdasmen Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba di surabaya (Foto: dok. istimewa)

Menurut Suyudi, data menunjukkan saat ini telah tercatat 1.386 jenis NPS di dunia dan 178 jenis di antaranya telah berhasil masuk dan beredar di Indonesia, menginfiltrasi gaya hidup anak muda.

Dia menyabut modus operandi sindikat semakin licik dengan memanfaatkan tren vape atau rokok elektrik.

"Saya ingatkan bahaya etomidate, ini adalah obat bius keras yang kini telah ditetapkan sebagai narkotika golongan II melalui Permenkes Nomor 15 Tahun 2025; siswa bisa mengonsumsinya tanpa sadar hanya karena ingin mencoba gaya hidup," katanya.

Baca Juga: Prabowo ke APINDO: Industri Harus Beri Manfaat bagi Rakyat dan Buka Lapangan Kerja Seluas-luasnya

Lebih lanjut, Suyudi menyinggung terkait whip pink (gas tawa) yang menjadi fenomena baru yang menyebabkan kerusakan otak permanen.

Hal itu, kata dia, membuktikan bahwa ruang sekolah dan lingkungan anak sudah tidak steril lagi.

"Di sinilah letak urgensi peluncuran integrasi kurikulum anti narkotika ini sebagai strategi injeksi nilai ke dalam nadi pendidikan kita untuk membentengi jiwa anak-anak bangsa," ucap Suyudi.

Sementara itu, Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti, berharap integrasi kurikulum ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkarakter.

"Program ini kami harapkan dapat membangun generasi yang kuat dengan menciptakan lingkungan sekolah dan budaya hidup yang sehat," kata Mu'ti.

Baca Juga: Dinilai Bakal Meringankan, Roy Suryo Cs akan Hadirkan Bonatua Silalahi di Kasus Ijazah Jokowi

Dia menyebut bahwa program ini merupakan bagian awal dari langkah kecil yang dilakukan Kemendikdasmen bersama BNN untuk berkontribusi dalam membangun pendidikan bermutu guna menghasilkan generasi yang hebat dan kuat.

"Fokus utama kurikulum ini adalah pembangunan ketahanan diri (self-resilience); tujuannya bukan hanya agar siswa tahu nama-nama narkoba, tetapi agar mereka memiliki life skill untuk berani berkata 'tidak' (asertif) ketika ditawari.

Serta mampu menganalisis risiko di lingkungannya," ujarnya.

Mu'ti pun menyampaikan instruksi khusus kepada seluruh Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah di RI agar menjadikan sekolah sebagai zona bersih narkoba.

Baca Juga: Usai Disanksi Nonaktif, Eko Patrio Kembali Ikuti Rapat di DPR RI

Halaman:

Tags

Terkini