Kedua, Implementasi Nyata. SBY mengingatkan bahwa pikiran-pikiran bagus (beautiful minds) tidak akan berdampak tanpa eksekusi yang efektif di lapangan agar sasaran pembangunan benar-benar tercapai.
Ketiga, Kontinuitas dan Konsistensi. Berbekal pengalamannya sebagai Presiden Indonesia selama dua periode (2004-2014), SBY menegaskan negara membutuhkan prediktabilitas.
Kebijakan yang baik harus dijaga kesinambungannya dalam jangka panjang, mulai dari 5, 10, hingga 15 tahun ke depan.
Dalam konteks kesejahteraan, SBY menekankan pentingnya sustainable growth with equity atau pertumbuhan yang berkeadilan.
Artinya, ekonomi harus tumbuh tinggi namun tetap menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Konsep Ekonomi Baru ini harus bertumpu pada penguatan modal manusia dan teknologi inovatif agar Indonesia kompetitif di abad ke-21.***