KLIKREAD.COM, Bogor - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan terlibat dalam pakta militer mana pun, meskipun dunia tengah menghadapi ketegangan geopolitik dan muncul kekhawatiran akan pecahnya perang dunia ketiga.
Indonesia juga akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak kepada blok mana pun.
“Saya sebagai mandataris, meneruskan warisan, menjalankan politik luar negeri kita yang menganut garis bebas aktif, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” tegas Prabowo dalam Taklimat Presiden pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Pisces Rabu, 4 Februari 2026: Anda Terlihat Percaya Diri dan Lebih Bugar
Komitmen ini disampaikan seiring dengan kekhawatiran akan potensi pecahnya perang dunia ketiga.
Menurut Prabowo, hampir seluruh kepala negara yang hadir dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, mulai merisaukan ancaman perang nuklir dan dampaknya terhadap keberlangsungan hidup umat manusia.
Indonesia, sebagai negara yang selama ini tidak pernah terlibat dalam ketegangan geopolitik global, juga berpotensi terdampak jika perang nuklir terjadi.
Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Aquarius Rabu, 4 Februari 2026: Hari yang Penuh Kesan
Paparan zat radioaktif dapat mempengaruhi iklim dunia serta mencemari ekosistem, termasuk ekosistem laut Indonesia yang sangat luas.
“Saya katakan, filosofi luar negeri saya: seribu kawan terlalu banyak, satu lawan terlalu sedikit. Tapi kita harus mengerti, kalau kita sungguh-sungguh mau non-blok, mau tidak terlibat dalam pakta, mau bersahabat dengan semua, berarti kita sendiri,” imbuhnya.
“Kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Panglima besar kita yang pertama, Jenderal Sudirman, mengajarkan kita untuk percaya pada kekuatan sendiri.”
Baca Juga: Masyarakat Pulau Nguan Galang Baru Butuh Pelabuhan Rakyat yang layak
Di tengah situasi dunia yang didominasi oleh negara-negara kuat, Indonesia terus dihadapkan pada realitas global yang tidak selalu mudah dan ideal.
Oleh karena itu, dengan segala kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, Indonesia perlu membangun ketangguhan nasional dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk ancaman perang, tanpa berniat mengancam siapa pun.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Pimpinan TNI, Bahas Strategi Pertahanan dan Keamanan
BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP
Polri Hadir Jaga Asa di Tengah Bencana, Ratusan Warga Aceh Terima Layanan Bakti Kesehatan Ops Aman Nusa II
Peduli Pascabencana, Polres Pidie Jaya Hadirkan Depot Air Minum RO Gratis di Pos Satlantas
Pembangunan Huntara di Sumbar Dikebut, Sebagian Siap Huni
TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur di Aceh
Harga Timah Melokjak, Pengamat Puji Langkah Prabowo
Polri Ambil Tindakan, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara
Dari Desa ke Desa, Layanan Kesehatan TNI-Polri Keliling Obati Warga Terdampak Bencana Sumatra
Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut