Harga Timah Melokjak, Pengamat Puji Langkah Prabowo

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Selasa, 27 Januari 2026 | 13:58 WIB
Harga Timah Melokjak, Pengamat Puji Langkah Prabowo
Harga Timah Melokjak, Pengamat Puji Langkah Prabowo

KLIKREAD.COM, Jakarta - Harga timah dunia melonjak di awal 2026, menembus angka di atas USD 51.000 per ton.

Pada 22-23 Februari 2026, harga timah di London Metal Exchange (LME) menyentuh USD 51.325 hingga USD 56.816 per ton.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, mengatakan bahwa lonjakan harga timah salah satunya dipengaruhi oleh langkah tegas Presiden Prabowo Subianto dalam menertibkan pertambangan tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal.

Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Virgo, Rabu, 28 Januari 2026: Ada Masalah di Tempat Kerja Anda

Hal itu membuat pasokan timah ke pasar menjadi lebih terkontrol, sebab hanya dikeluarkan lewat jalur resmi.

"Indonesia kan produsen nomor dua terbesar di dunia untuk timah. Nah ketika tambang-tambang ilegal itu ditertibkan, pasokan ke pasar jadi turun, dengan itu juga harga akan naik. Baru sekarang ini ada ketegasan untuk mengaturnya," kata Ferdy.

Dengan posisi Indonesia sebagai produsen timah nomor 2 terbesar di dunia, menurut Ferdy, seharusnya Indonesia bisa mengatur harga timah dunia.

Baca Juga: Untuk Ramalan Zodiak Leo Rabu, 28 Januari 2026: Ada Perasaan Cinta yang Mengalir Kuat

Selama ini penambangan liar membuat produksi tidak terkontrol, akibatnya harga timah di pasar global jadi rendah.

"Sebenarnya Indonesia bisa mempengaruhi pasar. Tapi selama ini banyak orang yang jual timah diam-diam ke pasar. Makanya di pasar terlalu banyak pasokan," tuturnya.

Karena itu, Ferdy mendukung keberanian pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo dalam memberantas tambang liar.

Baca Juga: Pengisian Baterai OPPO A6 varian 4G Cepat 45 W

Sebelumnya, penertiban tambang liar hanya sebatas wacana.

Dia pun berharap pemerintah meneruskan langkah tegas ini dan mempidanakan pihak-pihak yang terlibat. Kerugian negara akibat PETI mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X