KLIKREAD.COM, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini tengah menyiapkan sejumlah antisipasi dalam mengatasi penyebaran virus Nipah.
Saat ini virus Nipah telah mewabah di India serta beberapa negara ASEAN, membuat Indonesia harus melakukan tindakan antisipasi agar virus itu tak masuk.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyadari ancaman bahaya yang bisa ditimbulkan virus Nipah di Indonesia.
Baca Juga: Pramono Sebut Kerja Bakti Itu Pakai Pikiran dan Otak, Tak Perlu Turun ke Gorong-gorong
Ikrar mengatakan BPOM RI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
Salah satunya mempermudah regulasi obat-obat antivirus, untuk menecegah terjadinya pandemi.
BPOM juga menggencarkan sosialisasi langkah paling dasar yang harus dijalankan masyarakat.
Langkah tersebut adalah seruan pentingnya menjaga pola dan gya hidup sehat.
Baca Juga: Wawako Raja Ariza Ajak Umat Muslim Tingkatkan Keimanan dan Ketakwaan Menyambut Bulan Suci Ramadan
Menurutnya, langkah tersebut berkaca dari pandemi Covid-19 yang pernah melanda Indonesia.
“Kita sudah punya pengalaman pandemi Covid-19 dan protapnya mirip-mirip dengan itulah,” ujarnya di Padang, belum lama ini dikutip dari ANTARA, Minggu 8 Februari 2026.
Virus Nipah saat ini dikhawatirkan menjadi pendemi baru setelah Covid-19.
Kelelawar buah menjadi inang dari virus Nipah, dan bisa menyebar ke hewan lain dan juga manusia.
Melihat hal itu, dia pun menyerukan agar virus Nipah mendapatkan perhatian serius.
Artikel Terkait
Polri Ambil Tindakan, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Sementara
Dari Desa ke Desa, Layanan Kesehatan TNI-Polri Keliling Obati Warga Terdampak Bencana Sumatra
Pemulihan Pendidikan Tetap Prioritas, Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar Dikebut
Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Akan Ikut Pakta Militer Mana pun: Kita Anut Non-blok
Gagas Gerakan Indonesia ASRI, Prabowo Minta Pemda Atensi Baliho dan Spanduk Demi Keindahan Kota
Mimpi Prabowo: Semua Rakyat Indonesia Makan Cukup, Sehat, Anak Sekolah Baik, Penghasilan Cukup
Indonesia Bangun Kampung Haji di Makkah, Semua Jemaah Dijamin Mendapat Hunian Layak
Loloskan Barang Impor Palsu, KPK Sebut Ada Setoran Rp7 Miliar per Bulan untuk Pejabat Ditjen Bea Cukai
Inilah 7 Langkah Reaktivasi BPJS PBI yang Dinonaktifkan Menurut Mensos
Pramono Sebut Kerja Bakti Itu Pakai Pikiran dan Otak, Tak Perlu Turun ke Gorong-gorong