Bantu Pulihkan Aceh Tamiang, Mendagri Kirim 1.138 Praja IPDN

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 16:45 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat melepas kloter pertama 413 orang praja ke Aceh Tamiang./tangkapan layar video
Mendagri Tito Karnavian saat melepas kloter pertama 413 orang praja ke Aceh Tamiang./tangkapan layar video

KLIKREAD.COM, Jakarta - Sebanyak 1.138 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) diberangkatkan untuk membantu pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang.

Pemberangkatan praja ini dilepas langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu 3 Januari 2026.

“Kita jadwalkan pada hari ini kloter pertama 413 orang praja kita kirim, dan besoknya lagi 414 orang praja, kemudian 179 orang praja lagi di kloter ketiga.

Baca Juga: Akibat Hujan Deras Guyur Solok, Satu Rumah Hanyut Diterjang Luapan Sungai

Namun terdapat 132 orang praja sudah lebih dulu berada di lokasi sebagai tim advance," ujar Tito usai melepas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dikatakan Tito, bahwa Aceh Tamiang menjadi prioritas lantaran tingkat kerusakannya paling berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Indikator pemulihan daerah yakni berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Tim Basarnas Evakuasi 17 Warga, Kabupaten Agam dan Kota Padang Kembali Dilanda Banjir

“Terdapat dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali.

Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” katanya.

Menurut Tito, praja IPDN akan bertugas selama satu bulan dan membawa perlengkapan sendiri seperti sekop dan cangkul hingga logistik pribadi.

Para praja ini nantinya akan membersihkan kantor pemerintahan mendampingi ASN daerah yang terdampak serta membantu mengaktifkan kembali layanan publik.

Baca Juga: Gubernur Bali Sebut Realisasi PWA Tahun 2025 Meningkat Tembus Rp369 Miliar

“Yang kedua, membangkitkan desa-desa yang cukup banyak, lebih dari 200 di sana yang belum beroperasional. Dukcapil, layanan publik yang lain, itu harus dihidupkan,” ucap Tito.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X