KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membersihkan pemerintahan dari praktik mafia serta pihak yang menyalahgunakan kekuasaan.
Ia menilai, aparatur negara harus bekerja demi kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok tertentu.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri pemusnahan lebih dari 214 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025 lalu.
Baca Juga: Harvey Moeis Suami Sandra Dewi Terpidana Kasus Korupsi Tata Kelola Timah Dijebloskan ke Penjara
Dalam arahannya, Prabowo menyoroti masih adanya oknum yang berusaha memanfaatkan sistem pemerintahan demi keuntungan pribadi.
Ia menekankan, praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan dan harus diberantas sampai tuntas agar kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap terjaga.
“Tidak boleh ada pemerintah dalam pemerintah. Tidak boleh ada mafia dalam pemerintahan.
Baca Juga: Buntut Kasus Napi Kedapatan Vodeo Call Sex, Karutan Kelas II B Kolaka Dinonaktifkan
Saya melihat masih ada pihak yang menggunakan sistem untuk mencuri uang rakyat,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo juga mengungkapkan modus kartel menyelundupkan narkoba ke Tanah Air, mulai dari penggunaan sampan hingga kapal selam.
"Bahkan, sekarang ada modus si kartel-kartel narkoba punya kapal selam, dia punya kapal selam," kata Prabowo.
Baca Juga: 205.000 Rumah Subsidi Sudah Terserap Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dikataknnya, berbagai cara dilakukan kartel untuk mengelabui aparat penegak hukum di jalur perbatasan.
Dan ia meminta Polri memperketat pengawasan di pintu masuk, seperti pelabuhan dan perbatasan untuk mendeteksi barang selundupan.***
Artikel Terkait
Rekrut 80.000 Fresh Graduate, Program Magang Kerja Digaji Batch 2 Dibuka
Prabowo Tekankan 3 Tugas Utama Polri: Pemberantasan Narkoba, Penyelundupan, dan Judi Online
PT KCIC Pamerkan Kenaikan Penumpang Kereta Cepat Whoosh Capai 5,1 Juta
Sertifikasi Halal Dinilai Langkah Menuju Indonesia Pusat Halal Dunia
Ribuan Guru Madrasah Unjuk rasa Tuntut Kemenag Menuntut Lanjutkan Program Inpasing
Polisi Diduga Catcalling Wanita yang Viral di Jaksel Telah Dijatuhi Sanksi
MKD Sepakat Lanjutkan Sidang Etik Ahmad Sahroni dan Empat Anggota DPR RI Lainnya
205.000 Rumah Subsidi Sudah Terserap Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Buntut Kasus Napi Kedapatan Vodeo Call Sex, Karutan Kelas II B Kolaka Dinonaktifkan
Harvey Moeis Suami Sandra Dewi Terpidana Kasus Korupsi Tata Kelola Timah Dijebloskan ke Penjara