KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku tidak akan terburu-buru menurunkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 9% atau 8%.
Menurut Purbaya penurunan tarif PPN memang terdengar menarik terutama dari sisi konsumsi dan persaingan regional.
Namun, langkah itu berisiko besar terhadap penerimaan negara yang berperan penting dalam menjaga stabilitas fiskal.
Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda ke-97, Prabowo: Jangan Takut Bermimpi Besar!
“Kan kemarin diusulkan naik jadi 12%, akhirnya cuma naiknya ke 11%.
Orang usulin lagi, jangan ke 11% lah coba turunin ke 9% atau 8%.
Waktu di luar (pemerintahan) juga saya (dengan) enaknya ngomong turunin aja ke 8%, tapi begitu jadi menteri keuangan setiap 1% turun.
Baca Juga: MBG Jadi Sorotan Positif di Markas Besar PBB di Jenewa
Jadi saya kehilangan pendapatan Rp70 triliun.
Wah rugi juga nih. Jadi kita pikir-pikir,” ujar Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa 28 Oktober 2025 kemarin.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memfokuskan upaya pada perbaikan sistem pengumpulan pajak dan cukai agar potensi penerimaan negara bisa diukur secara lebih akurat.
Adapun evaluasi akan dilakukan pada akhir triwulan pertama 2026 untuk melihat dampak ekonomi dan potensi penerimaan negara sebelum menentukan penurunan tarif.
Baca Juga: Asisten Kapolri Cari Alat untuk Deteksi Anggota Polisi Intoleransi Hingga LGBT
Namun, meskipun ada sinyal menurunkan PPN untuk mendorong daya beli masyarakat, Purbaya menggarisbawahi keputusan ini.
Artikel Terkait
Akhirnya Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Penyitaan Aset Terkait Kasus Dugaan Korupsi Timah Harvey Moeis
KPK Telah Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh sejak Awal Tahun
Tahun 2026, DKI Jakarta Bakal Tambah Lagi Sekolah Swasta Gratis Hingga 100 Sekolah
Terbukti Bersalah, Artis Nikita Mirzani Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar
Hasan Nasbi Kritik Menkeu Diminta Berhenti Kritik Pejabat Lain
Mensos Coret 600 Ribu Penerima Bansos Gegara Main Judi Online
Asisten Kapolri Cari Alat untuk Deteksi Anggota Polisi Intoleransi Hingga LGBT
Dinilai Bukan Tujuan Penempatan PMI, Menko PM Minta Masyarakat Jangan Tergiur Tawaran Kerja ke Kamboja
MBG Jadi Sorotan Positif di Markas Besar PBB di Jenewa
Hari Sumpah Pemuda ke-97, Prabowo: Jangan Takut Bermimpi Besar!