Gastronomi dalam Lintas Waktu: Eksistensi Rendang Belalang yang Takkan Pernah Hilang

photo author
Ria Fahrudin, Klik Read
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:22 WIB
 Eksistensi Rendang Belalang yang Takkan Pernah Hilang
Eksistensi Rendang Belalang yang Takkan Pernah Hilang

Dan produksinya yang ramah lingkungan hanya memerlukan sumber daya seperti air, pakan dan lahan, yang jauh lebih sedikit dibanding peternakan sapi atau ayam, sehingga lebih berkelanjutan.

Tim mahasiswa KKN Unand juga ikut mencoba bagaimana rasa rendang belalang tersebut.

Proses pembuatan rendang belalang dimulai dari kegiatan berburu belalang di sawah yang telah selesai masa panennya.

Baca Juga: Jadi Narasumber, Danlanud Tekankan Paskibraka di Literasi Digital Generasi Muda

Kegiatan ini biasanya dilakukan warga secara berkelompok, membawa obor atau senter sebagai penerang, serta botol bekas untuk menampung hasil tangkapan.

Namun, tidak semua jenis belalang bisa dikonsumsi.

Salah satu yang dihindari adalah belalang kunyit karena rasanya yang pahit dan tidak cocok diolah menjadi makanan.

Baca Juga: Gubernur Kepri Kukuhkan Kepala BPKP Baru, Harapkan Sinergi untuk Pemerintahan Akuntabel

Sebelum dimasak menjadi rendang, belalang yang sudah ditangkap akan disangrai terlebih dahulu untuk menghilangkan bau menyengat.
Setelah itu, bagian kaki dan sayap dibuang agar teksturnya lebih nyaman saat dimakan.

Proses memasak rendang belalang sama seperti rendang pada umumnya.

Bumbu yang digunakan meliputi cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, dan serai yang dihaluskan.

Baca Juga: Danlanud Rony Widodo Hadiri Pengukuhan Paskibraka Provinsi Kepri

Tahapan memasaknya dimulai dengan menyiapkan kuali besar yang diletakan di atas tungku kayu bakar, karena akan memberikan aroma khas yang tidak dapat digantikan oleh kompor modern.

Didalam kuali tersebut santan segar dimasukkan dan direbus perlahan hingga mulai mendidih, setelah itu bumbu halus yang terbuat dari campuran rempah-rempah pilihan seperti cabai, bawang merah, bawang putih, lengkuas, kunyit, jahe, dan serai ditambahkan ke dalam santan.

Perpaduan ini kemudian dimasak sambil terus diaduk, agar santan tidak pecah dan bumbu merata, hingga teksturnya mengental dan mengeluarkan aroma harum yang menggugah selera.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ria Fahrudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X