TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) Kota Batam yang terdiri dari berbagai unsur lintas sektor seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Sosial dan PM, Dinas Kominfo.
Serta Dinas CKTR, telah mempersiapkan bahan paparan dan pendukung data secara komprehensif.
Seluruh bahan disusun berdasarkan urutan aksi yang tercantum dalam portal Aksi Bangda Kemendagri sebagai dasar presentasi dan diskusi bersama tim panelis dan peserta undangan.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Merger Empat SMP Negeri di Tanjungpinang di Merger Jadi Dua Sekolah
Secara kuantitas, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Batam menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Bappeda Kota Batam, prevalensi stunting pada tahun 2024 menurun signifikan menjadi 1,20 persen.
Melalui partisipasi aktif ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan bahwa upaya penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata.
Melainkan kerja kolaboratif yang melibatkan berbagai lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat.***
Artikel Terkait
Kantor Pertanahan Segera Tuntaskan Pendataan Lahan di Kota Tanjungpinang Tersisa Tinggal 18 Persen Lagi
Beasiswa PPDS Prioritas Putra Daerah, Kebutuhan Mendesak di Batam dan Tanjungpinang
Satpolairud Polresta Barelang Sosialisasi Life Jacket dan Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pelabuhan Macobar
Sidokkes Polresta Barelang Gelar Pemeriksaan Kesehatan Komprehensif untuk Personel
Gubernur Kepri Ajak Malaysia Perkuat Hubungan Bilateral dengan Kedekatan Geografis, Sejarah dan Budaya
Ratusan Dokter Spesialis Gizi Berkumpul di Batam, Wagub Tekankan Sektor Kesehatan Skala Prioritas Pembangunan Provinsi Kepri
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Merger Empat SMP Negeri di Tanjungpinang di Merger Jadi Dua Sekolah
Kegiatan FLS3N Dinilai Sarana Pembinaan Karakter Serta Penyaluran Bakat dan Minat Bidang Seni
Kemenkes Beri Peghargaan Pemko Tanjungpinang atas Capaian Surveilans AFP dan Campak-Rubella
Kepala BP Batam Lantik 297 Pejabat, Amsakar Tekankan Pola Kepemimpinan Adaptif untuk Majukan Batam