KLIKREAD.COM, Jabar - Beberapa pihak menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kebijakannya terkait penawaran insentif sebesar Rp 500 ribu kepada suami yang bersedia menjalani vasektomi.
Bahkan dinilainya, kebijakan menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bantuan sosial dapat dianggap sebagai bentuk pemaksaan dan melanggar hak asasi manusia.
Namun Dedi Mulyadi sendiri menegaskan dengan mengklarifikasi bahwa usulan ini masih dalam tahap wacana dan belum menjadi kebijakan resmi.
Baca Juga: ITB Ingatkan Mahasiswa Penangkapan SSS oleh Polisi Dijadikan Pelajaran
Dedi Mulyadi menjelaskan langkah ini bertujuan untuk mengurangi angka kelahiran dan menekan tingkat kemiskinan di provinsi tersebut.
Karena Dedi Mulyadi menyoroti tingginya biaya kelahiran, yang rata-rata mencapai Rp25 juta per kelahiran.
Dedi Mulyadi mengatakan bahwa tanggung jawab secara finansial atas kehamilan, kelahiran, dan pendidikan anak harus dipertimbangkan secara matang.
Terutama kata dia, oleh keluarga yang tidak mampu.
Adapun program ini telah mulai dijalankan di beberapa wilayah, seperti di Bandung, dengan kegiatan vasektomi digelar setiap hari Rabu.
Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya untuk mengurangi beban perempuan dalam program KB.
Tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab pria terhadap keluarga mereka.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Beri Peringatan akan Sita, Jika Anak-anak Kebanyakan Main Hape
Ia juga berharap para suami lebih aktif dalam program KB, mengingat selama ini beban tersebut lebih banyak ditanggung oleh perempuan.
Artikel Terkait
Tahap AWal Dimulai Siswa Purwakarta, Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bermasalah ke Barak Militer
Beginilah Penerapan Pendidikan Karakter ala Militer Diterapkan pada Siswa Bermasalah Selama Berada di Barak Militer
Dedi Mulyadi Tepis Kritikan Program Pendidikan Karakter Ala Militer Khusus Siswa Bermasalah
JCH Usia 107 Tahun Asal Pamekasan Meninggal Dunia Sebelum Berangkat Naik Haji ke Tanah Suci
Terkait Kebijakan Pendidikan Siswa Masuk Barak Militer, Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Komnas HAM
Ada-ada Saja! Suami Istri Minta di Kirim ke Barak Militer karena Banyak Tidur dan Belanja Online
Dedi Mulyadi Bantah Vasektomi Jadi Syarat Mendapatkan Bansos
Dedi Mulyadi Beri Peringatan akan Sita, Jika Anak-anak Kebanyakan Main Hape
Tak Hanya Siswa Nakal, Tapi Guru dan Pegawai Malas Juga Bakal Dikirim Dedi Mulyadi ke Barak Militer agar Lebih Disiplin
ITB Ingatkan Mahasiswa Penangkapan SSS oleh Polisi Dijadikan Pelajaran