Contoh Soal Sejarah dan Pembahasannya Untuk Menghadapi Ujian Mandiri PTN 2023

photo author
Khairul, Klik Read
- Selasa, 25 Oktober 2022 | 22:34 WIB
Contoh soal sejarah dan pembahasan untuk persiapan menghadapi Ujian Mandiri PTN 2023 (Pexels/RODNAE Productions)
Contoh soal sejarah dan pembahasan untuk persiapan menghadapi Ujian Mandiri PTN 2023 (Pexels/RODNAE Productions)

SIMAK UI 2020 

Rancangan serangan terhadap Uni Soviet merupakan perintah Hitler kepada para pemimpin Nazi

SEBAB

Penyerangan ke Uni Soviet bertujuan untuk mengalihkan perhatian Amerika Serikat ke medan Perang Pasifik

Pembahasan

Pernyataan soal diatas adalah benar, karena Adolf Hitler pemimpin Nazi Jerman, bersama Josep Stalin pemimpin tertinggi Uni Soviet, sepakat untuk menghormati kedaulatan masing-masing. Namun mereka berdua memiliki persaingan wilayah di Polandia, yang faktanya sebagian ada yang keturunan Slav Rusia dan Jerman. 

Sehingga ketika Hitler menjalankan Politik Lebensraum (meluaskan wilayah ruang untuk hidup) di Polandia, Hitler meneruskan agresinya hingga menyerang Moskow. Hitler tidak ingin fasisme bersanding dengan komunisme. Rencana Hitler ini sudah ia jelaskan kepada anak buahnya dan diberi kode nama Operasi Barbarossa.

Alasan soal ini salah, karena yang menarik perhatian Amerika Serikat ke medan Pasifik adalah balatentara Jepang yang menyerang Pearl Harbour tahun 1942.

Jawaban: C

Baca Juga: Contoh Soal Sejarah dan Pembahasannya Untuk Persiapan Ujian Mandiri PTN 2023

Soal No. 5

SIMAK UI 2020

Setelah ibu kota RI, Yogyakarta, diduduki oleh Tentara Belanda saat Agresi Militer II pada 19 Desember 1948, perundingan antara RI dan Belanda kembali dilakukan melalui Perundingan Roem-Roijen. Namun hasil perundingan Roem-Roijen tersebut ditolak oleh PDRI di bawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara, karena...
A) hasil perjanjian Roem-Roijen dianggap tidak adil bagi RI
B) secara hukum M. Roem tidak mewakili pemerintah RI yang sah
C) PDRI menganggap Belanda tidak berniat berdamai dengan RI
D) kedudukan pemimpin PDRI berada jauh dari Yogyakarta
E) terdapat perbedaan pendapat antara Sjafruddin dan M. Hatta

Pembahasan

Sidang kabinet PDRI yang dilaksanakan pada 14-17 Mei 1949 dipimpin langsung oleh Ketua PDRI Sjafruddin Prawiranegara. Sjafruddin adalah orang bertanggung jawab terhadap jalannya pemerintahan RI selama Soekarno-Hatta berada dalam pengasingan di Bangka Belitung. Namun, sewaktu sidang kabinet tersebut, PDRI belum menerima hasil perundingan Roem-Roijen. Perundingan itu digagas PBB lewat United Nations Committee for Indonesia (UNCI). Sukarno-Hatta dan para pemimpin yang ditawan Belanda di Pulau Bangka menerima tawaran berunding dan menunjuk Muhammad Roem sebagai ketua delegasi Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X