KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto berencana membuat sekolah terintegrasi bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah demi memperkuat akses pendidikan layak untuk semua kalangan.
Ini akan melengkapi Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang sudah diresmikan pemerintah.
“Bapak Presiden memerintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi, yang akan menampung anak-anak dari keluarga menengah ke bawah terutama dari desil 3, 4, 5, dan 6,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Baca Juga: Anda Mendapatkan Kontak Teman Baru untuk Ramalan Zodiak Cancer Jumat, 7 November 2025
Pratikno menjelaskan sekolah terintegrasi akan dibangun di setiap kecamatan, menggabungkan jenjang pendidikan SD, SMP, SMA/SMK dalam satu kawasan terpadu.
Tiap sekolah dilengkapi fasilitas laboratorium, bengkel vokasional, pusat olahraga, serta sarana seni dan teknologi, demi menciptakan lingkungan belajar yang modern dan menyeluruh.
“Sekolah ini tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tapi juga mengembangkan seni dan olahraga. Jadi, dari STEM kita tingkatkan menjadi STEAM, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Sport,” jelas dia.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan
Menurut rencana, sebagian sekolah terintegrasi nantinya merupakan hasil transformasi dari sekolah-sekolah yang sudah ada, mengikuti pola yang telah diterapkan pada beberapa Sekolah Garuda.
Adapun Sekolah Garuda dikhususkan bagi siswa unggulan atau berprestasi, sementara Sekolah Rakyat dibuka untuk siswa dari keluarga prasejahtera yang ada di kelompok desil 1 dan 2.
“Kalau Sekolah Rakyat dikawal oleh Menteri Sosial dan Menko Penmas untuk desil 1 dan 2, dan Sekolah Unggul Garuda untuk siswa unggulan, maka sekolah terintegrasi ini adalah jembatan bagi keluarga menengah ke bawah agar bisa naik kelas,” ujar Pratikno.
Baca Juga: Kemen Haji dan Umrah Menetapkan Jadwal Haji 2026, Berangkat 22 April dan Pemulangan Mulai 1 Juni
Pratikno menuturkan gagasan ini masih dikaji lebih mendalam oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Ia mengatakan Presiden ingin membangun sistem pendidikan yang inklusif dan merata, sehingga pada akhirnya bisa mengentaskan kemiskinan di Tanah Air.
Artikel Terkait
Mahasiswa PNF Melakukan Sosialisasi Pendidikan Kepada Masyarakat Desa Pipitan Link Tegal Kembang
Workshop Craft & Biz: Mahasiswa Untirta Berdayakan Warga Pipitan Melalui Kerajinan Buket Bunga dan Keterampilan Bisnis
Mahasiswa PNF Untirta Melakukan Observasi Untuk Mengukur Efektivitas Pelatihan Memanah & Berkuda di Bandi’s Stable Kampus Berkuda
Mahasiswa KKM Untirta Kelompok 14 Desa Kadu Agung Sukses Melaksanakan Program KKM
JMSI Kepri Tawarkan Program Unggulan ke Kepala Sekolah untuk Dunia Pendidikan
UT Padang Gelar Sosialisasi Kuliah di Pondok Pesantren, Berikan Motivasi untuk Terus Belajar
Mimpi Mulia Siswi Sekolah Garuda, Bangun Sekolah di Daerah Tertinggal
Ada Sekolah Garuda, Guru Harap Anak Tidak Mampu Juga Bisa Kuliah di Luar Negeri
Memperingati Hari Santri Nasional, PPMINI Adakan Lomba Menulis Antar Santri
Prabowo Ingin Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah Indonesia, DPR Lebih Pilih Mandarin