KLIKREAD.COM - Desa Kubang Baros, yang terletak di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, dikenal dengan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kreatif dan inovatif. Salah satu produk unggulan dari desa ini adalah Keripik Gadibug Jawara, makanan khas yang terbuat dari Daun Gadibug. Keripik ini memiliki rasa yang unik dan renyah, membuatnya menjadi favorit di kalangan masyarakat setempat maupun wisatawan.
Namun, dalam proses produksinya, UMKM Keripik Gadibug menghadapi masalah yang cukup signifikan, yaitu banyaknya minyak yang menempel pada keripik setelah proses penggorengan. Minyak berlebih ini menyebabkan kemasan keripik menjadi basah, yang tidak hanya mengurangi daya tarik produk tetapi juga mempengaruhi kualitas dan daya tahan keripik.
Melihat permasalahan tersebut, Kelompok 12 KKM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Kubang Baros, menawarkan solusi praktis dan inovatif. Mereka melakukan eksperimen dengan menggunakan alat spinner untuk meniriskan minyak yang ada pada keripik gadibug. Dalam hal ini juga mereka secara langsung melakukan pembuatan keripik gadibug.
Alat spinner bekerja dengan cara memutar keripik gadibug yang telah digoreng di dalamnya, sehingga minyak yang masih menempel pada keripik dapat terlempar keluar dan menempel pada dinding-dinding spinner. Proses ini efektif dalam memisahkan minyak dari keripik, menghasilkan produk akhir yang lebih kering dan renyah.
Hasil dari eksperimen ini sangat memuaskan. Keripik gadibug yang dihasilkan dengan menggunakan spinner tidak lagi berminyak berlebihan, kemasan tetap kering, dan produk menjadi lebih tahan lama. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas keripik gadibug, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk di pasaran, serta mendukung UMKM lokal untuk terus berkembang.
Langkah ini merupakan contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan UMKM dapat menciptakan solusi-solusi kreatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri kecil di Indonesia. Diharapkan, dengan adanya inovasi seperti ini, UMKM di Desa Kubang Baros dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah. ***
Artikel Terkait
Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Pendidikan Karakter, KKM 15 Untirta Laksanakan Kegiatan Pendampingan Kegiatan Belajar Mengajar
IMPLEMENTASIKAN TRI DARMA PERGURUAN TINGGI, KKM 14 UNTIRTA RANCANG SOSIALISASI MITIGASI BENCANA DAN KESEHATAN
KKM KELOMPOK 15 UNTIRTA DESA RANCASANGGAL, PERKUAT LITERASI MELALUI PROGRAM PERPUSTAKAAN KELILING
PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PEMBUATAN MOZAIK BERBAHAN DAUN DAN RANTING DI SDN PABUARAN DESA RANCASANGGAL
Sosialisasi dan Praktik Mitrokontroler di SMP Negeri 2 Cinangka- Desa Kubang Baros