KLIKREAD.COM, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan agar memperkuat pendidikan vokasi demi menciptakan sumber daya manusia (SDM) siap kerja baik di dalam maupun luar negeri.
Ini jadi salah satu strategi utama pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi tingkat pengangguran.
“Pendidikan vokasional, yang kebetulan Menko PMK sebagai Ketua Dewan Pengarah, akan menjadi prioritas utama di sektor ini. Jadi, bagaimana kita me-matching-kan antara supply side di sektor pendidikan dengan demand side di sektor tenaga kerja, baik itu tenaga kerja di dalam negeri maupun tenaga kerja di luar negeri,” kata Pratikno usai rapat terbatas dengan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 5 November 2025.
Baca Juga: Rasa Tidak Aman Membuat Anda Khawatir untuk Ramalan Zodiak Pisces Sabtu, 8 November 2025
“Jadi, ini mempersiapkan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, baik di level bawah maupun level yang teknologi tinggi, serta juga untuk pekerja migran,” tambahnya.
Menurutnya, perlu ada pencocokkan kebutuhan sektor tenaga kerja dengan pendidikan.
Di sekolah-sekolah vokasi, para siswa diharapkan tak hanya belajar kemampuan teknis, tapi juga bahasa asing.
Baca Juga: Stres karena Kerja Membuat Anda Sakit Kepala untuk Ramalan Zodiak Aquarius Sabtu, 8 November 2025
“Termasuk adalah bagian dari penyiapan kemampuan berbahasa, mengenal budaya, selain kemampuan-kemampuan teknis. Dan ini dilakukan secara sinergis, melibatkan banyak sekali kementerian, karena ini bukan berbicara dari supply side di sektor pendidikan, tapi juga demand side di sektor tenaga kerja.
Itu penugasan yang paling utama tadi bagian dari pengentasan kemiskinan," ujar dia.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) juga mengatakan pendidikan jadi salah satu strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Lakukan Gelar Perkara Penetapan Tersangka Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Ia menekankan pemerintah akan memperbanyak pelatihan atau pendidikan vokasi untuk mendorong para alumni SMA dan SMK agar bisa lebih cepat terserap ke pasar kerja.
"Kita akan melibatkan balai-balai pelatihan negeri, pemerintah punya, maupun balai-balai latihan kerja swasta untuk bisa terserap dengan kebutuhan pasar kerja," ujar Cak Imin.
Artikel Terkait
Workshop Craft & Biz: Mahasiswa Untirta Berdayakan Warga Pipitan Melalui Kerajinan Buket Bunga dan Keterampilan Bisnis
Mahasiswa PNF Untirta Melakukan Observasi Untuk Mengukur Efektivitas Pelatihan Memanah & Berkuda di Bandi’s Stable Kampus Berkuda
Mahasiswa KKM Untirta Kelompok 14 Desa Kadu Agung Sukses Melaksanakan Program KKM
JMSI Kepri Tawarkan Program Unggulan ke Kepala Sekolah untuk Dunia Pendidikan
UT Padang Gelar Sosialisasi Kuliah di Pondok Pesantren, Berikan Motivasi untuk Terus Belajar
Mimpi Mulia Siswi Sekolah Garuda, Bangun Sekolah di Daerah Tertinggal
Ada Sekolah Garuda, Guru Harap Anak Tidak Mampu Juga Bisa Kuliah di Luar Negeri
Memperingati Hari Santri Nasional, PPMINI Adakan Lomba Menulis Antar Santri
Prabowo Ingin Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah Indonesia, DPR Lebih Pilih Mandarin
Prabowo Siapkan Sekolah Terintegrasi untuk Anak dari Keluarga Menengah ke Bawah