MAHASISWA PNF UNTIRTA MELAKUKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI WALANTAKA

photo author
Ubaedillah KlikRead, Klik Read
- Senin, 2 Desember 2024 | 14:42 WIB
Foto bersama masyarakat (Dok. Pribadi)
Foto bersama masyarakat (Dok. Pribadi)

KLIKREAD.COM - Dalam rangka implementasi mata kuliah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, mahasiswa PNF melakukan penyuluhan dengan tema “Reduce, Reuse, Recyle” di desa Pasanggrahan bersama masyarakat RT 09/RW 02. Minggu (1/12).

Dalam penyuluhan tersebut dilakukan gotong royong bersama warga sebelum akhirnya sampah dipilah antara sampah organik dan anorganik, di desa Pasanggrahan masyarakat seringkali membuang sampah sembarangan dan membakar sampah secara terbuka, hal tersebut tentu saja disebabkan oleh tidak adanya bank sampah atau truk pengangkut sampah.

“Masyarakat disini masih masa bodo sama sampah neng, rata-rata pemuda juga masuk ke dalam kelompok Tani jadi sibuk di ladang” ujar Endang selaku ketua RT 09.

dokumentasi kegiatan
dokumentasi kegiatan (Dok. Pribadi)

Meskipun demikian masyarakat desa Pasanggrahan sangat antusias mengikuti kegiatan gotong royong dan penyuluhan yang di berikan oleh mahasiswa, penyuluhan ini bertujuan untuk mengurangi sampah organik dan memanfaatkan sampah anorganik. Sampah organik nantinya akan diolah menjadi pupuk cair organik sementara limbah anorganik akan dikumpulkan ke pengepul.

“Usaha mahasiswa sangat membantu, karena sebagian besar masuk kelompok Tani jadi pupuk ini berguna sekali” ujar Endang.

Ketua RT 09 menekankan kepada masyarakat untuk mulai menerapkan mengubah sampah menjadi pupuk dan mulai memilih sampah seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Non Formal. Penyuluhan ini dilakukan oleh Mahasiswa Pendidikan Non Formal kelompok 1 yang beranggotakan Rodiyatun Nufus, Muhammad Zidan, Nadhifa Ratna, Ari Adhariyani, Nujma Kamila, Juwita Puspitasari dan Latifa Nur.

Sebagai bukti konkret dalam bentuk penyuluhan, mahasiswa PNF menciptakan produk berubah biang bakteri dari cairan EM4 sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk cair organik sebanyak 20 botol ukuran 100ml di bagikan secara gratis kepada warga. Hal ini pun disambut hangat oleh warga.

Menurut Ibu RT 09 warga sangat menunggu program yang akan diselenggarakan oleh mahasiswa karena dirasa pemerintah masih kurang melirik desa Pasanggrahan, dan sangat sulit untuk menghubungi pemerintah setempat. 

Mahasiswa berkomitmen untuk memantau program 3R ini dan akan melakukan kunjungan rutin selama 2 bulan, diharapkan dengan adanya program ini pemerintah dapat melirik masyarakat desa Pasanggrahan dan menyediakan bank sampah atau truk pengangkut sampah.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ubaedillah KlikRead

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X