KLIKREAD.COM, Bali - Di antara Bali dan Keimigrasian telah terjalin “afliasi” yang sangat erat dan merekat.
Jika Provinsi Bali menjadi salah satu “wajah-budaya” dan destinasi wisata utama di Indonesia, maka “Keimigrasian” merupakan upaya negara dalam menghadirkan penegakan hukum bagi setiap warga negara asing (WNA) agar “patuh” terhadap konstitusi positif perundangan Republik Indonesia.
Sebagai sebagai salah satu pusat pariwisata global, Provinsi Bali memiliki aktivitas keimigrasian yang intens.
Baca Juga: Beban Kerja Melelahkan Anda untuk Ramalan Zodiak Capricorn Selasa, 6 Mei 2025
Tingginya intensitas tersebut kemudian “rentan” terhadap berbagai pelanggaran keimigrasian WNA, seperti overstay, penyalahgunaan izin tinggal dan berbagai aktivitas kriminal.
Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) dan proses deportasi yang telah berhasil dilakukan merupakan upaya dalam menjaga kedaulatan negara dari setiap pelanggaran pidana dan pelanggaran norma budaya Indonesia bagi setiap imigran yang berada di wilayah kedaulatan Indonesia.
Pada pertengahan April tahun 2025, kunjungan wisatawan di Provinsi Bali masih cukup normal.
Baca Juga: Gotong Royong Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Berjalan Lancar
Setiap harinya ada 16 - 17 ribu wisatawan yang masuk dari total aktifitas operasi 42 penerbangan komersial di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Namun ada yang bertanya-tanya, kenapa jumlah wisatawan banyak, tetapi jumlah hunian hotel tetaplah rendah di sana?
Jika merujuk analisa dari Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Bapak I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya; salah satu faktor utama hotel di bali sepi adalah perubahan profil wisatawan.
Baca Juga: Kurang Konsentrasi Buat Anda Melakukan Kesalahan untuk Ramalan Zodiak Sagitarius Selasa, 6 Mei 2025
Turis yang datang saat ini didominasi kalangan menengah ke bawah yang lebih memilih menginap di villa, homestay atau guest house, dan menurutnya; Fenomena lain dari rendahnya jumlah hunian hotel di Provinsi Bali adalah meningkatnya jumlah imigran dari Rusia dan Ukraina.
Pertengahan April di Bali atau di Provinsi manapun di Indonesia adalah musimnya akttifitas wisata low season.