Satu-satunya argumentasi Tempo mencocokkan hipotesis antara Dasco dan bisnis judi adalah laporan tahunan salah satu perusahaan yang menampilkan narasi.
Bahwa politikus senior Gerindra itu pernah terafiliasi dalam sebuah holding perusahaan besar.
Holding perusahaan itu yang disebut punya kepemilikan saham di rumah judi.
Baca Juga: Pemko Batam Gelar Apel Gabungan dan Halal Bihalal Guna Bangun Semangat Kerja Pasca Liburan Panjang
Sejatinya jika petikan informasi itu dipakai sebagai dasar argumentasi untuk mencocokologikan sang politisi dan bisnis judi, maka Tempo pun punya situasi yang sama.
Sebab salah satu investor Tempo, George Soros, pun berinvestasi besar pada rumah judi.
Dengan data awal yang didapatkannya, Tempo sejatinya bisa membuktikan apakah hipotesisnya terbukti atau tidak.
Tinggal di dalami perusahaan yang terkait dengan sang politisi itu untuk memastikan fakta sebenarnya.
Tapi entah karena kepentingan kejar tayang, kemalasan mencari kebenaran, atau agenda tersembunyi lain.
Tempo malah tak memverifikasi secara detail sumber yang masih dalam level 'katanya' itu.
Sekalipun dangkal akan akurasi informasi dan fakta, narasi yang disampaikan Tempo terkait Dasco ini sukses menciptakan isu belah bambu.
Ini terkait sang narasumber yang disebut Tempo adalah pejabat kabinet.
Narasi yang seakan ingin memframing terjadi keretakan di dalam koalisi pemerintahan.
Boleh jadi inilah inti dari narasinya yang dituju Tempo. Bukan soal judinya tapi bagaimana pecah belah dan instabilitas politik!