KLIKREAD - BMKG sudah mengeluarkan peringatan kepada beberapa daerah di Indonesia tentang adanya cuaca ekstrem yang terjadi antara tanggal 9 hingga 15 Oktober mendatang.
BMKG melaporkan tadi pagi (11/10) mayoritas wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem yang kemungkinan mengakibatkan hujan lebat, kilat atau petir, dan angin kencang.
Baca Juga: Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Masyarakat Harus Hati-hati Ada Cuaca Esktrem 9 hingga 15 Oktober
Di pulau Jawa sendiri hampir semua propinsi yang ada akan mengalami cuaca ekstrem yang berpotensi menjadi Bencana Hidrometeorologis.
Menurut situs FKT UGM, Bencana Hidrometeorologis adalah bencana yang diakibatkan dari cuaca ekstrem seperti kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, El Nino, La Nina, longsor, tornado, angin puyuh, topan, angin puting beliung, gelombang dingin, gelombang panas, angin fohn (angin gending, angin brubu, angin bohorok, angin kumbang).
Baca Juga: Profil Irjen Pol Teddy Minahasa Putra Yang Baru Dirotasi Kapolri Menjadi Kapolda Jatim
Di pulau Jawa sendiri, potensi cuaca ekstrem sudah terlihat beberapa hari terakhir. Intensitas hujan sangat tinggi, angin kencang, dan petir yang bergantian bersahutan dengan gemuruh awan.
Untuk itu beberapa kepala daerah di pulau Jawa sudah mempersiapkan diri sejak peringatan dini cuaca esktrem dikeluarkan oleh BMKG pada hari Minggu (9/10) lalu.
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Kang Emil) meminta Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jabar agar waspada terhadap ancaman Bencana Hidrometeorologi. Seperti, banjir dan longsor di daerah Jabar sangat berpotensi terjadi mengingat kontur tanah yang didominasi perbukitan dan pegunungan di bagian selatan Jabar.
Di kesempatan yang sama, Kang Emil juga meminta seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar untuk siaga satu menanggulangi potensi bencana karena dampak cuaca ekstrem menjelang akhir tahun 2022.
Beberapa wilayah di Jabar yang berpotensi terjadi longsor, adalah Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung, Tasikmalaya, hingga Sumedang. Wilayah-wilayah tersebut memiliki kontur atau morfologi pegunungan.
"Karena itu BPBD dan perangkat-perangkat yang terkait dengan kebencanaan sudah diarahkan untuk siaga satu setiap hari," tutur Ridwan Kamil di Gedung DPRD Provinsi Jabar, Kota Bandung, Selasa (11/10/2022).
Artikel Terkait
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Masyarakat Harus Hati-hati Ada Cuaca Esktrem 9 hingga 15 Oktober
Irjen Nico Afinta, Kapolda Jatim Dapat Mutasi Menjadi Sahli Kapolri Bidag Sosial Budaya atau Sahlisosbud
Profil Irjen Pol Teddy Minahasa Putra Yang Baru Dirotasi Kapolri Menjadi Kapolda Jatim
Jadwal Lengkap Persidangan Ferdy Sambo cs Kasus Pembunuhan Brigadir J dan Obstruction of Justice di PN Jaksel