Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Masyarakat Harus Hati-hati Ada Cuaca Esktrem 9 hingga 15 Oktober

photo author
Khairul, Klik Read
- Selasa, 11 Oktober 2022 | 08:31 WIB
Ilustrasi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama sepekan kedepan, mulai tanggal 9 hingga 15 Oktober 2022
Ilustrasi - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama sepekan kedepan, mulai tanggal 9 hingga 15 Oktober 2022

KLIKREAD - Memasuki musim hujan tahun ini, kepulauan di Indonesia sudah beberapa kali mengalami kondisi cuaca ekstrem

Kondisi cuaca pada musim hujan tahun ini menurut BMKG memang banyak ditemukan kondisi yang berbeda dengan musim hujan sebelumnya.

Baca Juga: Perkembangan Kasus KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar, Hari Ini Polisi Periksa Penjaga Rumah

Menurut BMKG musim hujan kali ini akan dibarengi dengan kondisi cuaca ekstrem, sehingga masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap cuaca ekstrem yang bisa mengganggu aktifitas harian dan bisa membahayakan kita. 

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, sepert dilansir pada laman antaranews.com, mengatakan; "Analisis terkini bahwa kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan berpotensi mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan."

Baca Juga: Erick Thohir Bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino Menginginkan Adanya Perubahan Jadwal Pertandingan

Kemudian BMKG hari ini, Selasa (11/10) mengatakan, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaannya dengan kondisi cuaca ekstrem yaitu potensi hujan lebat yang dibarengi dengan kilat atau petir serta angin kencang yang akan melanda beberapa provinsi di Indonesia. 

BMKG kemudian menambahkan dalam sistem peringatan dini yang dimiliki oleh BMKG, memperkirakan akan terjadi hujan lebat, petir, dan angin kencang akan terjadi di wilayah Aceh, Bali, Bangka Belitung, Banten, Bengkulu, dan DKI Jakarta.

Baca Juga: Besok TGIPF Akan Memanggil PSSI dan PT LIB Untuk Diperiksa dan Dimintai Keterangan Terkait Tragedi Kanjuruhan

Kemudian hal yang sama juga berpotensi terjadi di wilayah Sumatera Barat dan Selatan, Jawa Barat dan Timur, sebagian besar Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Sulawesi, dan sebagian Papua.

Potensi cuaca ekstrim sudah dilaporkan oleh BMKG sejak hari minggu lalu, (9/10) dengan potensi terjadinya hingga tanggal 15 Oktober.

Baca Juga: TGIPF Terus Menggali Informasi Mengenai Tragedi Kanjuruhan Malang, Hari Ini Bertemu Dengan Aremania di Malang

Cuaca ekstrem kali ini terjadi dikarenakan, menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, adanya sirkulasi siklonik yang membentuk pembelokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang berpotensi akan mempermudah terbentuknya awan hujan. 

Selain itu, lanjut menurut Dwikorita Karnawati, terjadi juga fenomena gelombang atmosfer yang berupa Madden Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Antaranews

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X