KLIKREAD - FIFA meminta laporan resmi dari PSSI terkait peristiwa Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 130 orang hingga saat ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekjen PSSI Yunus Nusi pada konferensi pers PSSI di Stadion Madya Gelora Bung Karno hari ini Minggu, 2/10, seperti dilansir oleh antaranews.com.
Baca Juga: Perintah Lengkap Presiden Jokowi Dalam Merespon Tragedi Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang
Yunus Nusi juga mengatakan bahwa ia intens berkomunikasi langsung dengan FIFA sebagai induk federasi sepakbola dunia. Tujuannya berkomunikasi intensif dengan FIFA untuk memberi tahu perkembangan terakhir tentang Tragedi Kanjuruhan, tragedi sepakbola Indonesia yang paling parah terjadi dalam sejarah sepakbola Indonesia.
Sekjen PSSI tersebut berharap kejadian tersebut tidak akan merugikan sepakbola Indonesia secara keseluruhan. Sepakbola Indonesia baru saja bangkit dari era keterpurukan pandemi Covid-19 dan sanksi FIFA beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Reaksi Presiden AFC Terhadap Kerusuhan Sepakbola di Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang
"Kami berharap kejadian ini tidak menjadi rujukan atau landasan FIFA untuk mengambil keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan Indonesia dan, khususnya PSSI," lanjut Yunus Nusi.
Berdasarkan laporan awal yang diterima oleh PSSI, banyak korban jiwa yang jatuh akibat dari terinjak-injak, berdesakan, dan terjepit setelah mendapatkan halauan dari pihak keamanan.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA Dalam Penanganan Kerusuhan Supoter Pada Pertandingan Sepakbola
Yunus Nusi kemudian menekankan bahwa kerusuhan yang terjadi bukan karena ribut antar dua kelompok suporter, melainkan adanya kericuhan paska pertandingan yang kemudian di halau oleh pihak keamanan yang berjaga di dalam Stadion Kanjuruhan Malang.
Pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia antara Arema FC vs Persebaya hari Sabtu 1/10 kemaren dimenangkan oleh Persebaya dengan skor 3-2. Hal inilah yang memicu suporter Arema FC masuk ke dalam lapangan setelah pertandingan baru selesai.
Tindakan tersebut diantisipasi oleh pihak kepolisian dan aparat gabungan TNI, dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Seperti kita ketahui, Indonesia sendiri sudah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U20 FIFA tahun depan. Meski ini adalah musibah besar dan banyak korban jiwa, jangan sampai menodai atau membuahkan hukuman berat buat Indonesia.***
Artikel Terkait
BREAKING NEWS! Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Bertambah Menjadi 153
Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot
Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA Dalam Penanganan Kerusuhan Supoter Pada Pertandingan Sepakbola
Reaksi Presiden AFC Terhadap Kerusuhan Sepakbola di Kanjuruhan Yang Menewaskan 130 Orang