KLIKREAD - Kericuhan dan kekerasan terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang atau sekarang sudah dikenal publik dengan Tragedi Kanjuruhan, menewaskan 130 orang dan ratusan lainnya terluka.
Ini adalah preseden buruk bagi persepakbolaan nasional. Belum lama pagelaran Liga 1 BRI diizinkan oleh pihak keamanan dengan penonton ternyata malah berujung pada kericuhan dan kematian para suporter.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA Dalam Penanganan Kerusuhan Supoter Pada Pertandingan Sepakbola
Kericuhan dan kekerasan paska pertandingan antara Arema FC vs Persebaya yang dimenangkan oleh tim tamu 3-2, berbuah pada masuknya para suporter Arema FC masuk ke dalam lapangan hijau.
Sontak hal ini langsung disambut oleh pihak keamanan dengan tindakan pengamanan dan karena makin meluas akhirnya pihak keamanan menggunakan gas air mata untuk menghalau suporter yang terus nekat merangsek ke pihak keamanan.
Baca Juga: Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Kejadian diatas menyebabkan Indonesia, atau PSSI nanti harus siap dengan segala konsekuensi yang akan didapatkan oleh federasi sepakbola Asia (AFC) dan dunia (FIFA).
Respon pertama datang dari Presiden AFC, Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa. Dalam rilis resminya di situs AFC, Shaikh Salman sangat menyanyangkan dan berduka cita atas apa yang menimpa para korban.
Baca Juga: Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot
Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa tidak menyangka bahwa sepakbola Indonesia harus mengalami tragedi tersebut. Mengingat katanya, antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat Indonesia terhadap sepakbola.
"Atas nama AFC dan keluarga sepak bola Asia, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan teman-teman para korban, sambil mendoakan pemulihan yang cepat untuk para korban. Kami juga ingin mengucapkan dukungan untuk PSSI dan klub-klub," kata Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa seperti di lansir dalam situs AFC.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Bertambah Menjadi 153
Namun selain ucapan tersebut belum ada lagi pernyataan resmi dari AFC. Apakah AFC akan melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut bersama FIFA atau tidak.
Yang pasti jika melihat kejadian seperti itu, maka pastinya akan ada evaluasi besar-besaran yang akan dilakukan terhadap pelaksanaan Liga 1 BRI sesuai arahan Presiden Jokowi kepada jajarannya. ***
Artikel Terkait
Kerusuhan Kanjuruhan 130 Orang Tewas, Ada 'Penolakan' Panpel Terhadap Rekomendasi Pihak Keamanan
Buntut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, IPW Minta Jabatan Kapolres Malang Dicopot
Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA Dalam Penanganan Kerusuhan Supoter Pada Pertandingan Sepakbola