Bjorka Selicin Belut dan Data Pribadi Kita Yang Tidak Aman Akankah Penegak Hukum Bisa Menangkapnya

photo author
Khairul, Klik Read
- Selasa, 20 September 2022 | 16:45 WIB
Bjorka antara peretas dan perlindungan data pribadi (Ilustrasi)
Bjorka antara peretas dan perlindungan data pribadi (Ilustrasi)

KLIKREAD - Siapa Bjorka? itulah pertanyaan yang mungkin banyak ditanyakan oleh warganet, termasuk masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bjorka yang diklaim sebagai peretas dan hacker handal, mengawali kiprah menghebohkannya dengan melakukan doxing para pejabat teras republik ini dan nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan), nomor Hp sebagian tokoh dan inflluencer. 

Baca Juga: Apa yang Dilakukan Para Hacker seperti Bjorka Setelah Berhasil Meretas Situs, Ini Penjelasan Putra Aji Adhari

Setelah doxing pejabat, Bjorka melanjutkan dengan membocorkan laporan-laporan BIN kepada Presiden Jokowi. Meski sudah dibantah keaslian dan isinya, warganet dan masyarakat meyakini betul data rahasia itu bocor dan asli. 

Dalam jagat sosial media, apapun yang diposting Bjorka akan menjadi trending. Sehingga banyak pihak yang ingin mengetahui siapa sebenarnya Bjorka.

Baca Juga: MAH yang Bantu Bjorka Dijerat UU ITE, Polri Bentuk Tim Khusus

Jangankan kita yang orang awam, kita yakin aparat penegak hukum, seperti Polri, BSSN, hingga BIN turun tangan mengendalikan situasi.

Kemenkopolhukam, Pak Mahfud MD, membentuk timsus untuk menyelidiki siapa Bjorka dan menjeratnya dengan pidana. Dikarenakan yang dilakukan oleh Bjorka adalah suatu tindakan melanggar hukum. Namun hingga saat ini belum ketemu juga si Bjorka, selicin belut.

Selicin belut karena sudah waktu dua minggu lebih kasus ini wara-wiri namun baru hanya pemuda penjual channel telegram yang disangkakan ikut membantu Bjorka. Pemuda tersebut berasal dari Madiun dengan inisial MAH.

Baca Juga: Bjorka Menyebut Pemerintah Indonesia Salah Tangkap dan Mengejek Dark Tracer Beri Informasi Palsu

Bjorka dan Perlindungan Data Pribadi

Beberapa kali diawal Bjorka membocorkan data pejabat dan NIK ke publik, pemerintah melakukan denial (penyangkalan) dari apa yang beredar. Namun, pada akhirnya denial itu dibantah sendiri oleh Menkopolhukam, Mahfud MD.

Beliau mengatakan bahwasannya data yang dihack atau diretas dan tersebar di sosial media adalah benar. Namun tetap ada penyangkalan bahwa itu hanya bagian kulitnya saja, tidak membahayakan kerahasiaan negara.

Baca Juga: Ada Bjorka di Top 10 Hacker Dunia? Yuk Kita Cek Siapa Aja Yang Ada Dalam Daftar Top 10 Hacker Dunia

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X