KLIKREAD- Dalam kurun waktu 5 tahun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Indonesia dapat mandiri produksi gula.
Sehubungan dengan hal itu, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk mencari varietas tebu yang terbaik.
Adapun langkah yang dilakukan, yaitu dengan menggandeng Brazil, yang selama ini memang dikenal sudah berpengalaman dalam manajemen mengenai tebu dan pergulaan.
"Kita harapkan dengan cara penanaman yang modern ini, dalam 5 tahun ke depan kita bisa mandiri dan ketahanan pangan kita, utamanya gula, bisa kita lakukan sendiri tanpa harus mengimpor," ujar Presiden Jokowi saat meninjau kebun tebu di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat, 4 November 2022, sebagaimana dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 8 November 2022.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa hingga saat ini Indonesia masih mengimpor gula dalam jumlah yang sangat besar, mencapai 1 juta ton lebih per tahunnya.
"Itu yang baru untuk konsumsi. Yang untuk industri itu mencapai 3 juta 569.000 ton per tahun," jelasnya.
Hal ini kontras dengan situasi di tahun 1800-an, dimana Indonesia dikenal sebagai raja gula dan bisa mengekspor ke berbagai negara.
Jokowi berkata, kondisi Indonesia saat ini yang menjadi importir gula merupakan sesuatu yang salah dan harus segera dibenahi.
"Oleh sebab itu, saya perintahkan kepada Menteri BUMN untuk menyiapkan bibit-bibit dengan varietas yang paling baik. Sebab itu kita bekerjasama dengan Brazil untuk ini yang sudah memiliki pengalaman yang baik dalam manajemen mengenai tebu dan pergulaan," ujarnya.
Jokowi mengakui jika saat ini kemandirian dalam produksi gula dan tebu ini menghadapi tantangan, bahkan hingga tingkat global. Semua negara, saat ini sedang pusing dalam memenuhi kemandirian pangan dan energi.
"Dan kita memiliki kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini," ujarnya.
Butuh 10 Pabrik