Selanjutnya Rosti Simanjuntak juga menyinggung masalah handphone (HP) milik Brigadir J anaknya. Rosti awalnya menceritakan terkait komunikasi dari Brigadir J ke keluarga selama bertugas sebagai ajudan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Baca Juga: Sidang Ketiga Richard Eliezer Menghadirkan 12 Saksi, Diantaranya ART dan Ajudan Ferdy Sambo
“Kalau ada waktu sempatnya. Kalau tugas, dia mengatakan 'Nanti malam maknya, pas abang lagi longgar’. Jadi diusahakannya jadi ada komunikasinya,” ujar Rosti.
Kuasa hukum Putri Candrawathi, Rasamala Simangunsong yang juga mantan pegawai KPK, bertanya kepada Rosti Simanjuntak, seberapa sering frekuensi komunikasi dari Brigadir J dengan keluarga.
Rosti lalu menjawab dengan meminta HP putranya dikembalikan agar bisa diketahui frekuensi komunikasi yang dilakukan antara dirinya dan almarhum.
Baca Juga: Kapolri Melakukan Safari ke Pesantren Al Anwar Rembang Bertemu Keluarga Almarhum Mbah Moen
“Kalau tanya berapa kali, tolong lah HP anak saya ditunjukkan semua sekarang biar tertera. Karena saya tidak mengingat bagaimana anak saya berkomunikasi dengan saya,” pinta Rosti dalam persidangan.
“Alat komunikasi anak aku tolong Putri kembalikan kepada ibunya, saya ibu kandungnya. Saya sebagai orang tua sudah hancur bapak, hati saya, saya harus mengingat-ingat bagaimana detailnya komunikasi aku dengan anakku,” lanjut Rosti.
Baca Juga: Gerhana Bulan Total Akan Terjadi di Indonesia pada 8 November 2022 di Jam Ini
“Jadi biar lebih detail bapak pengacara, Bu Putri, Pak Sambo, tolong alat komunikasi anakku sini, biar lebih detail,” tandasnya.
Seperti diketahui, agenda sidang perkara pembunuhan berencana ini akan mendengarkan keterangan 12 saksi dari pihak almarhum Brigadir J. Hari ini adalah hari pertama pertemuan antara dua terdakwa pembunuhan berencana, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dengan orang tua korban.
Baca Juga: Sekjen PBB Beri Dukungan Penuh terhadap Penyelenggaraan KTT G20 di Bali
Berbeda dengan persidangan sebelumnya, Senin (31/10/2022), di tempat yang sama, terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E yang menembak Brigadir J, meminta maaf kepada keluarga korban sambil bersimpuh kepada Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak.***