Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, Purbaya optimis akan perkembangan positif ke depan.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyoroti penurunan imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia yang terjadi bersamaan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Jokowi Safari Kesejumlah Daeran Dinilai Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
Hal ini dikaitkan dengan langkah-langkah intervensi yang dilakukan pemerintah melalui tindakan di pasar Surat Berharga Negara (SBN).
“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun.
Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” jelasnya.
Baca Juga: Pengamat Politik Sebut Jokowi Makin Kuat Setelah Tak Lagi Menjabat Presiden
Intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar obligasi menjadi langkah penting untuk meredam dampak negatif dari fluktuasi nilai tukar.
Dengan menciptakan iklim investasi yang lebih stabil dan terjamin, pemerintah berharap dapat mendorong aliran modal asing masuk ke pasar obligasi Indonesia.
Purbaya menegaskan bahwa selama pasar obligasi Indonesia tetap terkendali, aliran modal asing akan terus mengalir.
“Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita.
Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” pungkasnya.***