KLIKREAD.COM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap puluhan korban modus penipuan berkedok pengurusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur, dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengaku sebagai pejabat BGN.
“Para pelapor tersebut merupakan korban penipuan dari pihak-pihak yang mengaku orang dekat dengan pejabat BGN atau bahkan mungkin mengaku sebagai pejabat BGN, sebagai kenalannya pejabat BGN.
Dan menawarkan jasa untuk mendaftarkan titik SPPG, tentu saja dengan permintaan uang," ujar Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, belum lama ini.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bantu 7.011 Ekor Hewan Kurban untuk Hari Raya Idul Adha di Kota Batam
Sony menjelaskan, salah satu modus yang digunakan pelaku ialah mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui sistem hingga memperoleh ID SPPG tahap awal, namun tidak melanjutkan pembangunan fasilitas.
ID tersebut kemudian digunakan untuk meyakinkan calon korban, agar menyerahkan sejumlah uang dengan janji dapat dibantu mendapatkan titik SPPG.
“Dia menawarkan diri seolah-olah dia pejabat BGN atau mempunyai relasi dengan BGN mengatakan, ‘Saya bisa membantu kamu, saya bisa membantu kamu,’ kemudian mengurus mendapatkan ini.
Baca Juga: Jokowi akan Blusukan Lagi Penuhi Undangan Masyarakat dan Kader PSI
Nah, terjadilah di situ transaksi," jelasnya.
Selain itu, ada modus lain berupa kelompok atau yayasan yang mengklaim bisa menampung sejumlah permohonan titik SPPG.
Para korban kemudian diminta membayar biaya mulai Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.
Namun, korban tidak pernah memperoleh ID SPPG, karena pihak yang menawarkan jasa tersebut bukan pihak yang melakukan pendaftaran resmi.
Baca Juga: Hakim Pengadilan Tinggi Makassar Dipecat Terima Suap Rp1 Miliar
“Ada juga yang modelnya seperti LSM, membentuk sebuah perusahaan, sama juga menjanjikan kepada orang-orang untuk mendapatkan ID titik," ungkap Sony.
Artikel Terkait
Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Satgas Konga TNI ke Misi Daerah di Lebanon
Purbaya Pastikan Pemerintah Masih Mampu Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen
Listrik Padam, Pusat Kota Medan Hingga Kini Masih Gelap Gulita
Dibanding Bangun Gedung, Prabowo Lebih Prioritaskan Program Produktif Ciptakan Lapangan Kerja
Melalui Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran, Mendikdasmen Pastikan Tidak Ada Lagi Anak Indonesia Tertinggal
52 Tersangka Korupsi Bakal Ikut Shalat Idul Adha di Masjid Gedung KPK
Lakukan Kunjungan Kenegaraan, Prabowo Shalat Idul Adha di Paris
Hakim Pengadilan Tinggi Makassar Dipecat Terima Suap Rp1 Miliar
Jokowi akan Blusukan Lagi Penuhi Undangan Masyarakat dan Kader PSI
Selebgram Asal Brunei Diringkus Polisi Aniaya Rekan di Kawasan Blok M hingga Tewas