Purbaya Pastikan Pemerintah Masih Mampu Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 22 Mei 2026 | 19:54 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa foto bersama dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa foto bersama dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta.

KLIKREAD.COM, Jogja - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah masih mampu mengendalikan fiskal nasional.

Pernyataan Purbaya tersebut menanggapi kekhawatiran terkait lonjakan belanja pemerintah dan potensi defisit APBN yang melewati batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),.

Purbaya saat itu di acara Jogja Financial Festival 2026 di Yogyakarta, Jumat 22 Maret 2026.

Baca Juga: Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Satgas Konga TNI ke Misi Daerah di Lebanon

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara, tetapi juga menggerakkan sektor swasta melalui peningkatan likuiditas perbankan.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah memindahkan dana pemerintah sekitar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke sistem perbankan nasional agar kredit kepada masyarakat dan dunia usaha meningkat," tegas Menkeu.

Selain itu, lanjut Menkeu, pemerintah juga mendorong kementerian dan lembaga untuk mempercepat realisasi anggaran sejak awal tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Ramai di Medsos Mulai 1 Juni, Mobil Diatas 1400 cc Dilarang Isi Pertalit

Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa defisit APBN yang sempat mencapai 0,93 persen terhadap PDB pada Maret 2026, mulai membaik menjadi 0,64 persen pada April 2026.

Ia menyebut perbaikan tersebut didorong oleh reformasi perpajakan dan peningkatan penerimaan negara.

“Primary surplus juga sudah kembali positif. Artinya fiskal kita kembali berada pada jalur yang berkelanjutan,” ujarnya Menkeu Purbaya.

Baca Juga: Diduga Sekap Anak Penulis, Hercules dan Anggota GRIB Jaya Dilaporkan ke Polda Metro

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan juga menanggapi persepsi sebagian masyarakat yang merasa kondisi ekonomi saat ini lebih sulit dibandingkan data resmi pemerintah.

Ia menyoroti adanya perbedaan antara data statistik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi, penurunan inflasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X