Dan juga berkurangnya angka pengangguran dengan persepsi publik yang merasa harga kebutuhan pokok meningkat dan lapangan kerja semakin sulit.
Baca Juga: Perlu Penerapan ORIK, Wagub Nyanyang Nilai Kepri Miliki Potensi Unggulan Cross Border Tourism
Menurutnya, sebagian persepsi negatif tersebut dipengaruhi oleh narasi media sosial yang ia sebut sebagai “ekonomi TikTok”.
Meski demikian, ia mengaku tetap melakukan evaluasi serius terhadap kondisi ekonomi di lapangan.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, penjualan mobil pada April 2026 meningkat 55 persen, sementara penjualan sepeda motor tumbuh 28 persen.
Selain itu, konsumsi listrik dan distribusi bahan bakar minyak juga masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.
Data tersebut dinilai mencerminkan daya beli masyarakat yang masih cukup kuat.
Menkeu juga membantah anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini semata-mata ditopang belanja pemerintah.
Baca Juga: Penyidikan Telah Rampung, Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Menurutnya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi tetap dominan dibandingkan belanja negara.***
Artikel Terkait
Rawan Korupsi, Stranas PK Sebut Dana MBG Rp12 Triliun Mengendap di Rekening Yayasan
Masuk Lewat Jalur Tikus, 20 Ton Bawang Impor Ilegal Dimusnahkan
Tata Kelola dan Regulasi BGN Dinilai Masih Rentan, KPK Soroti Potensi Korupsi Program MBG Rp268 Triliun
Genjot Akses Keadilan hingga Tingkat Desa, Kemenkum Bentuk 83.980 Posbankum di Seluruh Indonesia
Penyidikan Telah Rampung, Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Mendagri Minta Daerah Segera Realisasikan Tambahan TKD Rp10,6 T Guna Penanganan Pascabencana Sumatera
Perlu Penerapan ORIK, Wagub Nyanyang Nilai Kepri Miliki Potensi Unggulan Cross Border Tourism
Diduga Sekap Anak Penulis, Hercules dan Anggota GRIB Jaya Dilaporkan ke Polda Metro
Ramai di Medsos Mulai 1 Juni, Mobil Diatas 1400 cc Dilarang Isi Pertalit
Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Satgas Konga TNI ke Misi Daerah di Lebanon