Super flu berpotensi menyerang siapa saja, dengan risiko lebih tinggi pada kelompok tertentu, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) seperti penyakit jantung, diabetes, dan gangguan sistem imun.
Kondisi ini patut diwaspadai mengingat varian influenza A(H3N2) subclade K menyebar lebih cepat, khususnya di area ramai dan interaksi jarak dekat.
Baca Juga: 3 Tahun Penembakan Tokoh Pers Rahimandani Tak Terungkap, Ketum JMSI: Ini Luka Demokrasi
Salah satu langkah pencegahan super flu adalah vaksinasi influenza sebagai upaya perlindungan untuk membantu menurunkan risiko infeksi, dan gejala yang lebih berat.
dr. Ivan Andre Hartono, M.Biomed, Sp.PD di Mayapada Hospital Surabaya, menjelaskan bahwa vaksin tetap berperan penting dalam meminimalkan dampak infeksi secara signifikan.
"Vaksin influenza tidak sepenuhnya mencegah kemungkinan tertular, termasuk oleh subclade K.
Namun, vaksin dapat membantu tubuh membentuk antibodi sehingga dapat menurunkan risiko gejala berat dan komplikasi akibat infeksi," papar dr. Ivan.
Baca Juga: Di Klaim Sudah Bagikan 4,5 Miliar Porsi, Presiden Prabowo Tergetkan Program MBG Nilhil Kesalahan
Selain vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga tetap penting sebagai pencegahan.
"Dengan mengenakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak fisik, terutama di keramaian atau saat berinteraksi dengan orang sakit, tetap efektif untuk menekan risiko penularan," pungkas dr. Ivan.***