Efisiensi tersebut memungkinkan pengalihan dana ke sektor bantuan sosial yang lebih mendesak.
“Ini adalah bentuk nyata dari kebijakan efisiensi.
Anggaran yang belum mendesak atau belum terealisasi dialihkan untuk mendukung masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: DHL Temukan Air Hujan di Ibu Kota Jakarta Ngandung Mikroplastik
Hasilnya, 35 juta keluarga atau sekitar 140 juta jiwa akan merasakan manfaatnya pekan depan,” jelasnya.
Program BLTS ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial di tengah tantangan ekonomi.
Seraya Teddy menambahkan, bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat.***