Ia juga memaparkan, bahwa sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini.
Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau justru relatif stabil dan berkontribusi sebagai faktor penyeimbang dalam menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.
"Sekali lagi kita amati betul dampak dari kenaikan barang dan jasa di daerah masing-masing, konsekuensi dari selain hal-hal yang rutin.
Tapi terutama kenaikan harga minyak global serta fluktuasi kurs mata uang," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Bantu Bangkitkan Perekonimian, Presiden Prabowo Akui MBG Banyak Masalah Harus Lebih Tertib
Berkas Perkara Belum Jelas, Refly Harun Ragukan Kasus Ijazah Jokowi Bisa P21
JKN Alami Defisit Capai Rp30 Triliun, Pemerintah Bakal Naikkan Iuran BPJS Kesehatan
Hasil Evaluasi DTSEN, Mensos Sebut Baru 475.821 KPM Masuk Daftar Penerima Bansos
Pengaruh Liburan Nasional dan Konflik Timur Tengah, Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.000 per Dolar AS pada Mei 2026
Dukung Program MBG Presiden Prabowo, Polri Miliki 1.376 SPPG Bersertifikat Halal
Hasil Panen Diekspor ke Malaysia, Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional Tembus 1,23 Juta Ton
Rupiah Tembus Rp 17.600, Purbaya Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat
Komisi VI DPR Dukung Presiden Bentuk Satgas Percepatan Regulasi Izin Investasi
Menteri UMKM Tidak Tegas Platform Marketplace Naikkan Biaya Layanan Secepatnya