KLIKREAD.COM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, meminta masyarakat dan pelaku pasar tetap tenang dan tidak panik.
Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih solid, sehingga tekanan pada rupiah dinilai bersifat sementara.
Hal tersebut menjawab terkait nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran di pasar keuangan.
Namun pemerintah memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak mencerminkan pelemahan struktural seperti krisis 1998.
"Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin.
Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi," ujar Purbaya kemarin.
Menurut Purbaya, stabilisasi nilai tukar merupakan mandat utama bank sentral, yakni Bank Indonesia.
Baca Juga: Dukung Program MBG Presiden Prabowo, Polri Miliki 1.376 SPPG Bersertifikat Halal
Meski demikian, Kementerian Keuangan tetap mengambil peran pendukung untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama di pasar obligasi negara.
Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau bond market agar arus modal asing tidak keluar secara berlebihan.
Tekanan global yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dinilai perlu direspons dengan penguatan kepercayaan pasar domestik.
Baca Juga: Hasil Evaluasi DTSEN, Mensos Sebut Baru 475.821 KPM Masuk Daftar Penerima Bansos
Purbaya menjelaskan, stabilnya pasar obligasi menjadi kunci untuk menahan capital outflow.
Artikel Terkait
Permudah Salaman dengan Warga, Presiden Prabowo Minta PT Pindad Bikin Mobil Khusus Presiden
Dukung Perkuat Perekonomian Rakyat, Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi KDKMP
Usia Resmikan Museum, Presiden Prabowo Berziarah ke Makam Marsinah
Bantu Bangkitkan Perekonimian, Presiden Prabowo Akui MBG Banyak Masalah Harus Lebih Tertib
Berkas Perkara Belum Jelas, Refly Harun Ragukan Kasus Ijazah Jokowi Bisa P21
JKN Alami Defisit Capai Rp30 Triliun, Pemerintah Bakal Naikkan Iuran BPJS Kesehatan
Hasil Evaluasi DTSEN, Mensos Sebut Baru 475.821 KPM Masuk Daftar Penerima Bansos
Pengaruh Liburan Nasional dan Konflik Timur Tengah, Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.000 per Dolar AS pada Mei 2026
Dukung Program MBG Presiden Prabowo, Polri Miliki 1.376 SPPG Bersertifikat Halal
Hasil Panen Diekspor ke Malaysia, Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional Tembus 1,23 Juta Ton