KLIKREAD.COM, Jatim - Presiden Prabowo Subianto meminta PT Pindad untuk membuat desain mobil presiden khusus yang bisa digunakan untuk menyapa dan bersalaman dengan warga.
"Saya sekarang senang, terharu saya ke daerah-daerah, tapi terus saja saya kasih tahu anda ya, cukup melelahkan juga, karena rakyat begitu banyak keluar ke jalan, masa presiden di dalam kendaraan, kan enggak lucu," ujar Prabowo.
Dengan mobil khusus tersebut, Prabowo bisa langsung bersalaman dengan warga yang menyapa di pinggir jalan.
Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi' di Kampus Dibubarkan
Permintaan Prabowo disampaikan saat meresmikan operasionalisasi 1.601 Koperasi Merah Putih, di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu16 Mei 2026.
Prabowo mulanya menceritakan soal pengalamannya berkunjung ke sejumlah daerah di Indonesia.
Di mana, dalam setiap kunjungan selalu banyak warga yang berdiri menunggu kedatangannya dan ingin bersalaman.
"Terpaksa aku berdiri, benar enggak, benar, aku berdiri si rakyat kita itu mau kasih tangan masa, kita enggak kasih tangan, jadi aku coba kasih tangan," sambungnya.
Situasi serupa juga terjadi saat Prabowo ke Nganjuk, Jawa Timur hari ini.
Prabowo bahkan berkelakar bahwa warga Jawa Timur banyak yang berprofesi sebagai petani karena tangan mereka yang terbilang 'keras'.
Baca Juga: Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Pencurian 180 Unit Tas Ekspor di Kargo Internasional
"Tapi aduh ini memang rakyat Jawa Timur ya, tangannya itu keras-keras, rupanya Jawa Timur banyak petaninya ya, emak-emaknya juga keras tangannya, abis 2-3 kali kunjungan waduh harus pakai minyak khusus aku.
Tapi itulah risiko, saya bilang mereka berjam-jam di matahari," ucap dia.
Artikel Terkait
Pilu Karyawan Pabrik Ban di Purworejo usai Insiden Kebakaran, Sempat Berupaya Padamkan Api namun Gagal
Obat Keras Dijual Bebas di Swalayan Ritel Bintaro, BPOM dan Dinkes Lakukan Sidak
Bertambah Rp15,3 Miliar, Kekayaan Seskab Teddy Meningkat dari LHKPN Sebelumnya
Deretan Artis dan Figur Publik Bereaksi Keras Bela Nadiem Makarim Terkait Tuntutan 18 Tahun Penjara
KPK Bidik Calon Tersangka Baru di Kasus Dugaan Suap Bea Cukai
Jerat Pelaku Perintangan Penyidikan, KPK Segera Kembangkan Kasus Dugaan Suap Bea Cukai
Sahroni Sebut Kejagung Dongkrak Kepercayaan Publik, Terkait Satgas PKH Setor Rp10 Triliun Lebih
Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Pencurian 180 Unit Tas Ekspor di Kargo Internasional
Sebut Isi Kritikan Narasi Film Proyek Era Jokowi, Yusril Tegaskan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Bukan Arahan Pemerintah Pusat
Ternyata Ini Alasan Nobar Film Dokumenter 'Pesta Babi' di Kampus Dibubarkan